21/11/23

Apa Itu Keblongan Superego?

Media Warta8.id mengambil sebuah tulisan mini berjudul: Manajika tidak seurat, Pace Hery Nabit keblongan superego.

Tulisan ini menggambarkan tentang pengandaian apabila Pak Hery Nabit dan Pak Hery Ngabut pisah ranjang saat Pilkada tahun 2024.

Beberapa ungkapan bisa terlihat, seperti: tidak seurat, keblongan superego. 

Tidak seurat berarti tidak sejalan lagi. Keblongan masuknya seperti rem yang blong. Sedangkan, superego semacam aturan, orang tua, figur protipe, sosok pelindung, panutan, holding (pegangan), beking penguat. 

Lalu, apa maksud tulisan itu? Keblongan superego maksudnya kehilangan pengendali. Bak Arjuna dan Sri Krisna. Pak Hery Nabit adalah sang Arjuna dengan egonya sedangkan Pak Hery Ngabut adalah Sri Kresna dengan posisi superegonya.

Arjuna memiliki Sri Kresna sebagai pengendali, sebagai superego. Apabila superego hilang, kemanakah egonya Arjuna? Apakah tertekan ke id (alam bawah sadar). Jika tertekan ke id maka akan tidak terkendali. 

Manajika ego (Pak Hery Nabit) bersisian dengan superego (Pak Hery Ngabut) ego (kehendak/kemauan) itu tertekan ke id? Bisa saja tidak, bukan? Ini tak ubahnya seidentik dengan teori psikoanalisa Sigmund Freud. 

Benarkah Pak Hery Ngabut adalah superego? Betulkah? Memang pasti ada yang mengatakan bukan superego. Amat melenceng dari panggang api. Inilah yang kemudian menjadi asumsi. Lazimnya, jikalau ego tidak sebarengan superego maka tertekan ke id alias tidak terbaca karena kemudian tenggelam lama-lama lenyap.

Kendati diakui, ada benarnya manakala ego tidak didukung superego yang kuat maka terjadi blong dan masuk jurang. Ibarat sebuah mobil apabila aturan lalu lintasnya dilanggar, draivnya tidak bagus dan tidak didukung rem yang mumpuni sudah pasti masuk ke abyss (jurang yang dalam). Terakhir remuk redam.

Judul di atas adalah sangkaan manajika. Kemutlakannya tentu diragukan tetapi paling tidak persepsi tentang image itu menjadi pertanyaan kemungkinan. Begitulah!


Ditulis oleh:
Melky Pantur

Rabu (22/11/2023).
Ruteng, Flores.

 




13/11/23

Apakah Boleh Membuka Musik Setiap Hari di Rumah-Rumah Warga?

Beberapa sumber mengatakan, membuka musik di rumah-rumah warga batasnya hingga Pukul 24.00 WITA. Dibuka sejak Pukul 06.00 WITA - 24.00 WITA diperbolehkan.

Ada orang yang mengatakan, membuka musik tiap hari di rumah-rumah warga diizinkan. Yang tidak boleh di atas Pukul 24.00 WITA. Pukul 01.00 - 06.00 WITA diperbolehkan. Buka musik seperti itu adalah hak. Apakah benar begitu aturannya? Membuka musik pasti izin RT dan RW.

Apakah membuka musik kecuali kalau adanya kegiatan ini:

1. Hari ulang tahun.
2. Acara adat 
3. Pesta sekolah.
4. Acara wisuda.
5. Sambut baru/Komuni pertama.
6. Syukuran naik pangkat.
7. Pesta politik.
8. Pesta perkawinan.

Lalu, apabila membuka musik setiap hari tanpa adanya kegiatan-kegiatan di atas tanpa memberitahu RT diperbolehkan? Apakah aturan Pukul 06.00 - 24.00 WITA diperbolehkan? 

Bagaimana jika setiap rumah membuka musik hampir setiap hari di kompleks tempat tinggal? Apakah diperbolehkan? Tidak adakah larangan? 

Ada yang mengatakan, buka musik setiap hati itu hak seseorang. Apakah hak seseorang tidak dibatasi hak orang lain untuk tidak mendengar musik? Bilamana musiknya setiap hari, apakah itu diizinkan? Itulah yang perlu didiskusikan bersama. 



12/11/23

Dokumen Masalah di Kantor Lurah Bangka Leda









Tempatnya di Kantor Kelurahan Bangka Leda, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Senin, 13 November 2023.

Laporan terkait membuka musik di lingkungan yang kemudian dilaporkan. Hasilnya, meminta kami pindah dari kontrakan karena alasan dilarang membuka musik. Hal itu karena hampir setiap hari warg membuka musik.

 

19/10/23

Siswa-Siswi Kelas V SDI Leda Ruteng Tahun 2023

 

Ulang tahun dari Ibu Nurty salah satu guru di SDI Leda Ruteng. Ibu Nurty adalah guru wali Kelas V di SDI Leda Ruteng. 

SDI Leda Ruteng terletak di Kelurahan Bangka Leda, Kecamatan Langke Rembong, Kabupaten Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur. 

Foto-foto berikut ketika mereka menggelar ulang tahun dari Ibu Nurty di sekolah itu, Jumat (20/10/2023). 














22/09/23

Salam Kasih dari Tuhan Yesus

Undangan

Salam Kasih dari Tuhan Yesus!


Bertepatan dengan kepulangan Almarhum Bapak Theodorus Tamat, Selasa, 22 Agustus 2023 kehadirat Tuhan yang dikebumikan di perkuburan umum Tamong, Desa Coal, kami pihak keluarga mengundang Bapak/Ibu, Kakak/Adik, sahabat dan teman untuk hadir dalam acara doa bersama 40 malam mengenang kepulangan Bapak kami ini. Doa bersama itu diselanggarakan pada:

Hari        : Sabtu, 30 September 2023 
Pukul     : 16.00 WITA - selesai.
Tempat  : Liang Roju, Desa Coal.

Atas kehadirannya disampaikan terima kasih. Tuhan Yesus mengasihi kita.

Yang mengundang
Keluarga Besar Almarhum




























21/09/23

Manga Ata Mecikn dan Hedonisme



Kalimat retoris manga ata mecikn (ada yang enak) senantiasa diekspresikan oleh orang-orang. Kalimat retoris ini lazimnya ditujukan kepada orang-orang dekat, teman-teman karib. Manga ata mecik tidak harus selalu dekat dengan klausa kawé ata mecikn kanang (cari yang enak saja), pandé ata mecik kaut (buat yang enak-enak saja) tetapi juga bersentuhan dengan kelaziman-kelaziman aktus waktu lampau. 

Keluar dari kebiasaan yang menimbulkan kejenuhan dan sempat terjadi kesenjangan karena keenakan disumpekkan sementara waktu kemudian melahirkan kalimat retoris manga ata mecikn? Pertemanan kemudian didorong oleh kelumrahan keenakan kendati sempat merupakan kategori ekspresi keguyonan semu. 

Apakah ekspresi retoris manga ata mecikn senantiasa bertalian dengan prinsip hedonis? Manga ata mecikn bukanlah ekpresi yang mengarah kepada hedon sekalipun ungkapan itu amat hedonis tetapi ekspresi itu adalah keguyonan semata kendati ada orang yang bertanya juga ingin mendapat kepastian dari salah satu identitas hedon, yaitu kesenangan sesaat. 

Tentu saja ekspresi manga ata mecikn berbeda dengan ekspresi pandé ata mecik kaut. Pandé ata mecik kaut adalah tujuan dari kasih tetapi pandé ata mecik kaut memiliki beberapa skope tindakan dan tujuannya. Bisa saja pandé ata mecikn mengarah pada kesenangan grupisme. Prinsip aksi grupisme inilah melahirkan reaksi kolusi, korupsi, nepotis dan kawanisme. Kendati bersifat dualistis, ekspresi pandé ata mecikn bisa mengarah kepada kemakmuran bersama di mana aksi dan reaksinya berlandaskan pada prinsip norma dan etika yang berlaku. 

Dalam dunia ekonomi dan politik, ekspresi manga ata mecikn terutama dalam aksinya menjadi tujuan utama. Sedangkan, dari sisi agama dan budaya ekspresi ini bukanlah tujuan utama. Mengapa bukan tujuan utama? Karena terjadinya manga ata mecik hak prerogatif Ilahi. Di sini berbeda dari sisi ekonomi dan politik. Betul aktus agama dan budaya juga mempraktekkan ekonomi tetapi hanya terciptanya aktus ekononi turunan atau ekonomi reaksi. 

Dalam politik misalnya, partai politik tercipta melahirkan dampak lain misalnya melahirkan beberapa institusi teknis, seperti: KPU, Bawaslu, DKPP. Orang-orang kemudian berbondong-bondong mencari manga ata mecikn? Orang-orang kemudian cari yang enak. Sementara, dalam agama dan budaya, tujuan dari ekspresi manga ata mecik hanya asa yang tak pasti. 

Diakui pula, dalam konteks budaya dan agama, praktik manga ata mecikn juga kerap dilakukan kendatipun banyak yang berkamunflase atau memakai metoda bunglonisme. Praktek kamunflase itu banyak faktanya dalam kehidupan sosial. 

Apabila ekpresi manga ata mecik dalah sebuah klausa tujuan eksistensi, maka ungkapan itu adalah wujud konkret dari aktivitas manusia saban saat yang berlaku pada setiap elemen kehidupan dan itu merupakan prinsip pencarian asa dasar dari kehidupan karena setiap entitas bertindak atas tujuan manga ata mecik. 

Orang-orang menjadi Hakim, Jaksa, Polisi, Presiden, DPR dan segala macam identitas pejadian karena manga ata mecik termasuk seseorang bersuami atau beristeri bertujuan mendapatkan manga ata mecik itu. Kehidupan senantiasa pula didorong oleh prinsip manga ata mecik kalaupun itu bukan hedon kendati ada adonan hedon di dalamnya. Jadi, intinya kehidupan tercipta karena manga ata mecik. Tuhan juga menciptakan alam semesta bertujuan untuk mecik, yah manga ata mecikn. Tuhan tidak menciptakan untuk pa'it (kepahitan). Dalam kehidupan, pa'it adalah mecik, mecik adalah pa'it. Bahasa lainnya adalah pahit adalah enak, enak adalah pahit. Semuanya itu satu. 

Ditulis oleh:
Melky Pantur.
Ruteng, 
Jumat (22/9/2023).