06/02/25

When a Photo to be a Memory


Everyone makes a memory. Theirs doing were not same, isn't it? Different. Depend on desire that comes from a holy light. Of course have a motivation. Photo, picture, video, writings, voice are as an excelent instruments of memory.

Sometimes, there is one who choose a photo as the best method. Why? A photo was taken by a camera. Not same with a picture which was made by a letter and pencil. Picture is a painting. 

Painting is a representation of image, approximate image, based on an approx how the painter make a painting. That be done based on a story because their families did not have a camera at that time. 

When everyone takes a photo, it seems be done with an absolute consciousness sometimes just a wish even though the one not has an intention to it. They will discard those photos again which was taken before. 

We will make different between wish, consciousness and request. They are same but not similar. They still different. Wish is just a simultant motivation not an absolute consciousness from inner heart, or just a kidding even though a just kidding to be a memory when the one who as subject of the shot of camera through he his or she her wish to have that image of camera. It means that, the one shall request it and really want to have it. Of course different, if someone hold a camera, awhile the others want to be taken his/her body authomatically she or he shall ask to picture for his/her face. Sometimes, there is one who take her/his face by he his or she her self that shall be a photo. We can say that selfie. That shall be a memory when they will print and save or hung the photo in the album or hung to wall as a memory. 

We know that, through a just kidding can to form a consciousness. Corely, a memory can be formed by just a wish, a kidding. When someone save a photo carefully, that shall be a precious object. That to be a memory.  Therefore, this photo above is a memory and usefully for future for who want to see it. I think they will cherring up especially their families. Take picture is important. This photo was taken by Melky Pantur in Ruteng, Flores island some years ago. This is a writer's father, his name is Theodorus Tamat. 

Writen by: Melky Pantur 
Ruteng, Flores 
On Friday, 6 Pebruary 2025.


Poligami Konteks Manggarai antara Hukum Perceraian dan Hak Warisan

Melky Pantur

Seorang pria berpoligami dalam konteks budaya Manggarai secara spesifik itu tentu sebuah kelaziman. Tidak ada yang ambil garang. Senjata cukup tajam sudah cukup. Publik tak memusingkannya. Berlawanan dengan ajaran Gereja Katolik, perkawinan sifatnya monogam dan takterceraikan kecuali maut memisahkan.

Sebaliknya, bilamana seorang perempuan berpoliandri dipandang tidak wajar bagi orang Manggarai karena sifat sosialitas budayanya patrilineal. Itu sedikit melawan hukum moral budaya. Tidak etis menurut adat. Kendati poligamis, sifat perkawinan orang Manggarai mengajarkan semua pasangan harus dilindungi, dijaga, tidak boleh diceraikan. Kalau sengaja menceraikan sang isteri harus melakukan saung leba (denda adat). Saung itu daun, leba itu sejenis kacang cincau.

Saung leba dilakukan manakala sang suami yang menceraikan isterinya. Saung leba dalam artian lain sebagai molas kolé. Molas kolé maksudnya, bekas sang isteri bisa mendapatkan suami atau lelaki lain. Itu berarti si perempuan tidak terikat lagi dengan suami pertamanya.

Bagaimana dengan Sida?

Sida biasanya dilakukan oleh pihak isteri terhadap pihak suami. Ketika pihak isteri mempunyai giat-giat, bowo waé (keluarga meninggal), laki (saudara kandung atau sepupu dari sang isteri hendak menikah) maka lazimnya sang suami mendapat sida. Bila pengambilan isteri, semua belis dilunasi dengan dasar cikat kina wagak kaba atau wagal maka indikasinya jelas belis akan dinolkan. Di sana sang isteri sudah menganut ceki (totem) dari sang suami. Dalam pelaksanaannya, konteks Manggarai, kebijaksanaan tetap diprimadonakan mengingat relasi kekerabatan itu sifatnya toé salang tuak landing salang waé (relasi kekerabatan atau woé nelu itu mutlak dan abadi).

Saung Leba.

Saung leba atau molas kolé dilakukan sekalipun sudah wagal, wajib dilakukan. Apabila sang suami mengambil isteri muda, sang isteri tidak setuju maka dirinya mendesak untuk cerai. Pihak sang isteri biasanya menuntut saung leba. Itu berarti relasi perkawinan agak terputus. Masih ada relasi lagi dengan keluarga isteri termasuk sida sekalipun tidak mempunyai warisan apalagi kalau sudah mempunyai anak. Yah, yang diputus itu hanya sang isteri saja bukan keluarganya. Sida tetap tetapi sida itu bukan keharusan. Keputusan merawat anak tergantung keputusan bersama. Apabila itu anak laki-laki dari isteri pertama, maka warisan tetap menjadi hak anak itu karena yang saung leba hanya isteri bukan anak-anak. Hak warisan tetap menjadi hak anak pertama dari isteri pertama. Itu kalau ada warisan. Hak asuh anak tergantung kesepakatan. Saung leba tidak mengabaikan hak anak terutama hak warisan.

Pertanyaannya, bagaimana dengan kewajiban sida? Menjawab sida tergantung sang suami karena di sana tidak ada keharusan. Bagaimana jika sang isteri cerai dengan suami karena selingkuh? Nah, menceraikan sang isteri di sini tidak melalui proses saung leba. Itu karena keinginannya sendiri. Bagaimana dengan sida? Sida tergantung niat baik dari bekas sang suami. Bagaimana kalau sang isteri sudah mempunyai anak kemudian ia selingkuh, bagaimana dengan proses sida? Sida tetap dilakukan karena mengingat masih ada anak-anak. Sang suami masih terikat dengan keluarga dari bekas isterinya karena yang nakal hanya pribadi si isteri bukan keluarganya.

Sida dan Masalah Etika.

Ketika sang isteri memutuskan cerai karena memilih lari dengan pria lain, ada pihak keluarga isteri yang merasa malu meminta sida kepada keluarga suami. Apalagi perceraian itu dipicu oleh sang isteri. Biasanya, kalau sudah saung leba agak keberatan meminta sida. Hal itu karena persoalan etis saja.

Perkawinan.

Dalam konteks Manggarai, jarang sekali menyingung soal keperawanan atau keperjakaan kecuali kalau ledék. Ledék itu misalnya sang isteri masih memiliki kakak perempuan yang belum bersuami maka dibuatlah ritual khusus. Perawan dan perjaka adalah urusan persona kedua mempelai. Pasti mereka sudah saling baku tanya sebelum perangan.

Warisan.

Warisan melekat dengan hak kesulungan, hak kepertamaan. Biasanya, warisan tergantung kebijakan sang suami dan berdasarkan kesepakatan dengan isteri-isteri. Wina cuker atau isteri pertama menuntut hak kepertamaannya. Lebih cerewet dengan suami bila warisan tidak dikasih/diberikan kepada anak laki-laki darinya. Bila dari isteri kedua melahirkan anak-anak perempuan, maka hak kepertamaannya tidak diganggugat. Bila isteri pertama melahirkan anak-anak perempuan, maka isteri yang kedua yang melahirkan anak laki-laki maka warisan diserahkan ke isteri kedua.

Bagaimana kalau, ada seorang wanita memiliki dua suami dan suami pertamanya meninggal lalu menjadi isteri dari pria lain sementara dari suami pertama ia hanya memiliki anak perempuan ke manakah hak warisan dari suaminya itu? Yah, warisan menjadi hak anak-anak perempuan dari suami pertama. Bila dari suami kedua melahirkan anak laki-laki apakah warisan itu diberikan ke anak laki-laki dari suami kedua itu? Yah, tergantung anak-anak perempuan dari suami pertama karena warisan itu hak dari anak-anak suami pertama bukan anak-anak dari suami kedua.

Bagaimana jika, si wanita yang kemudian bercerai lagi dengan suami kedua apakah warisan dari suami pertamanya diberikan kepada anak dari suami keduanya yang sah? Yah, warisan itu tetap menjadi hak dari anak-anak suami pertama.

Bagaiman jika, si wanita dari suami pertama tidak memiliki anak sementara suami pertama meninggalkan warisan lalu warisan itu diberikan kepada siapa? Yah, diberikan kepada anak-anak dari suami kedua. Tidak diserahkan ke anak-anak dari kakak kandung atau adik kandung dari suaminya.

Bila sang wanita memiliki suami kedua, ketiga dan keempat dan dari ketiga suaminya tidak mempunyai anak seperti dari suami pertama kepada siapa ia menyerahkan warisan dari suami pertamanya? Yah, terserah dia menyerahkannya kepada siapa. Bila suami keempat mempunyai anak laki-laki atau perempuan, maka warisannya itu diserahkan ke anak dari suami keempat itu.

Sida dan Wanita Banyak Suami.

Wanita yang banyak suami karena alasan maut tentu bukan corengan bagi keluarga. Bagaimana dengan sida? Lha, saudara dari wanita itu berhak sida kepada kepada keluarga suami-suaminya kecuali karena faktor saung leba. Di sana masih dipengaruhi oleh perasaan tidak enak alias etika relasi woé nelu. 

Poligami tetapi Dilarang Bercerai.

Poligami bagi orang Manggarai diperbolehkan tetapi dilarang menceraikan isteri-isterinya. Seorang pria boleh memiliki isteri 1001 orang bahkan lebih asal saja kuat diranjang dan mampu memberi makan. Lili juga boleh atau mengambil adik atau kakak kandung dari sang isteri. Lili itu manakala suami dari kakak atau adik kandung sang isteri telah meninggal, maka wanita itu boleh dikawini. Biasanya, mengambil isteri beradik kakak kandung karena alasan maut.

Cerai.

Ritual perceraian dinamakan sebagai saung leba. Molas kolé bermaksud agar wanita itu tidak enggan atau segan untuk bersuami lagi atau pria lain tidak merasa cemas lagi dengan status wanita itu karena takut dituntut secara adat. Pria lain bebas mengawininya dan malu dicap oleh publik.

Saung Leba dan Rekonsiliasi.

Saung leba sifatnya bukan konstanta. Bisa juga dilakukan rekonsiliasi atau hambor. Apabila hasil lobi pasca saung leba dilakukan memungkinkan bisa bersatu lagi maka bisa hidup bersama lagi.

Meniduri Isteri Orang.

Seorang pria yang masih beristeri apabila meniduri isteri orang yang masih bersuami, dalam budaya Manggarai itu namanya lagé locé toko. Itu dilarang keras. Pria akan didenda secara adat atau tala éla wasé lima. Bila bersepakat dan isteri pertama yang sah dari pria itu menyetujui untuk tinggal bersama atau menyetujui perempuan itu menjadi isteri keduanya, maka hak warisan menjadi hak isteri pertama. Bagaimana dengan status suami dari perempuan yang selingkuh dengan pria lain itu? Bagaimana hak warisan untuk anak-anaknya? Bila mempunyai anak dari suami sebelumnya, maka hak warisan menjadi hak suami sebelumnya. Perempuan itu tidak bisa membawa/memberikan warisan ke suami berikutnya. Kecuali bila sang suami kemudian meninggal dan anak-anak juga meninggal dari suami pertamanya, maka hak warisan diserahkan ke suami keduanya itu.

Ditulis oleh:

Melky Pantur.

Ruteng, 18 November 2024.

 

 

18/01/25

Natal Bersama GMNI Manggarai Raya 2024 dan Tahun Baru 1 Januari 2025

Tampak alumni GMNI Manggarai raya berkumpul di kediaman Sekretaris PA GMNI Cabang Manggarai, Yoakim Yohanes Jehati di Pong Acu, Sabtu (18/1/2024)

Bisa tonton video kebersamaan PA GMNI di Ruteng


Pak Bonifasius Mardianus (kiri), Pak Richard Unggat (kedua dari kiri), Pak Flavianus Gon (ketiga dari kiri), Pak Frans Gero (keempat dari kiri), Pak Marsel (kelima dari kiri)





Camat Cibal Barat, John Regon (kiri) dan Camat Reok Barat, Tarsisius Ridus Asong (kanan)













Pak Marsel, Kabag Tapem di Kabupaten Manggarai Barat









Persatuan Alumni (PA) Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) di Manggarai raya melakukan natal dan tahun baru bersama 25 Desember 2024 dan Tahun Baru 1 Januari 2025.
Nataru ini berpusat di Ruteng, Ibukota Kabupaten Manggarai.

Dalam kegiatan nataru itu tampak hadir PA Alumni GMNI Cabang Kabupaten Manggarai Barat, PA GMNI Cabang Kabupaten Manggarai Timur. 

Nataru itu selain mempertemukan alumni dan GMNI aktif juga memperkuat tali persaudaraan dan persaudarian sesama GMNI. 

PA GMNI Cabang Kabupaten Manggarai diketuai oleh Fransiskus Gero, S.Pd, PA GMNI Cabang Kabupaten Manggarai Timur diketuai oleh Bonifasius Panar, dan PA GMNI Cabang Kabupaten Manggarai Barat diketuai oleh Pak Marsel. 

Asal Perguruan Tinggi

Tahun 2024, PA GMNI Manggarai raya sudah begitu banyak. Belum punya catatan tentang jumlahnya. PA GMNI Manggarai raya merupakan gabungan dari berbagai Perguruan Tinggi (PT) di Indonesia. Mereka adalah alumni Yogyakarta, Malang, Kupang, Ende, Ruteng dan banyak lagi. 

Dunia Kerja

Saat ini, GMNI bekerja di berbagai sektor, seperti Aparatur Sipil Negara (ASN), jurnalis, aparat Desa, Kepala Desa, di KPU, Bawaslu, di Bank, afa yang terjun ke politik praktis menjadi anggota dewan. Secara nasional GMNI ada di semua lini.

Profesi PA GMNI Manggarai Raya

1.  Berprofesi sebagai ASN

1.1 Pak Frans Gero

Pak Frans Gero adalah mantan Kadis PPO Kabupaten Manggarai dan 2024 tengah menjadi Staf Ahli Bupati).

1.2 Pak John Regon

Pak John Regon, tahun 2024 - 2025 bekerja sebagai Camat Cibal Barat. 

1.3 Pak Tarsi R. Asong

Tarsisius Ridus Asong, tahun 2024 - 2025 menjabat sebagai Camat Reok Barat.

1.4 Ibu Ney Asmon

Ibu Ney Asmon tahun 2025 tengah menjabat sebagai salah satu Kadis di Kabupaten Manggarai Barat.

1.5 Pak Marsel

Pak Marsel, 2025 tengah menjadi Kabag Tata Pemerintahan di Kabupaten Manggarai Barat.

1.6 Pak Flavi Gon

Flavianus Gon adalah Asisten Sekda di Kabupaten Manggarai Timur.

2. Parpol dan DPRD

2024 - 2029, ada tiga anggota DPRD dari PA GMNI Cabang Manggarai, yaitu:

2.1 Pak Yoakim Jehati

Yoakim Yohanes Jehati adalah Ketua DPD II Golkar Kabupaten Manggarai sekaligus anggota DPRD Kabupaten Manggarai 3 periode.

2.2 Pak Arlan Nala

Largus Nala adalah anggota DPRD Kabupaten Manggarai 2024 - 2029 dari Partai Demokrat.

2.3 Pak Gusty Nancung

Agustinus Nancung anggota DPRD Kabupaten Manggarai dari PKB.

Sebelumnya, ada anggota DPRD dari Partai NasDem 2014 - 2019 atas nama Kanisius Erom.

2.4 Pak Richard Unggat

Pak Richard Unggat sebagai anggota DPRD Kabupaten Manggarai Timur kurang lebih sudah tiga periode.

3. Penyelenggara Pemilu

3.1 Pak Alfan Manah

Fortunatus Hamsah Manah sebagai Ketua Bawaslu Kabupaten Manggarai 2023 - 2028.

3.2 Ibu Selin

Marselina Lorensia adalah anggota Bawaslu Kabupaten Manggarai 2023 - 2028. Sebelumnya sebagai Ketua Bawaslu Kabupaten Manggarai 2018 - 2023.

3.3 Pak Heri Harun

Heribertus Harun tahun 2018 - 2023 sebagai anggota Bawaslu Kabupaten Manggarai dan tahun 2023 - 2028 sebagai anggota KPU Kabupaten Manggarai.

3.4 Pak Rikard Pentor

Rikardus Jemi Pentor tahun 2018 - 2023 sebagai anggota KPU Kabupaten Manggarai dan 2023 - 2028 sebagai Ketua KPU Kabupaten Manggarai.

3.5 Pak Ano Parman

Ano Parman sebagai Ketua KPU Kabupaten Manggarai Barat periode 2024 - 2028.

3.6 Ibu Maria Seriang

Maria M.S Seriang adalah Ketua Bawaslu Kabupaten Manggarai Barat 2023 - 2028.

3.7 Pak Zaka Gara

Zakararias Gara sebagai Ketua Bawaslu Kabupaten Manggarai Timur periode 2018 - 2023, 2023 - 2028.

4. Jurnalis

Yang tengah menjadi jurnalis (2025), seperti: Melky Pantur, Peppy Kurniawan, Charles Abar, Isno Baco, Berto Davids, Charles Marsoni.

5. Parpol

Yang bergabung di Parpol seperti Fabianus Apul.

6. Guru

Yang bergerak di keguruan begitu banyak baik non ASN, P3K maupun swasta.

7. Kepala Desa

Ada juga yang tengah menjadi Kepala Desa dan aparat Desa.

8. Perbankan

Ada pula yang bekerja di Perbankan.




16/09/24

Mengapa Tuhan Yesus dapat Mengampuni Dosa?


Ditulis oleh: Melky Pantur
Senin, 16 September 2024.
Ruteng, Flores. 

"Percayalah, hai anakKu, dosamu sudah diampuni!". 

Pertanyaannya: Mengapa Tuhan Yesus dapat mengampuni dosa? Kemudian, mengapa si lumpuh dalam Mat 9 : 1 - 8 dipanggil sebagai anak oleh Tuhan Yesus? 

Pertama, mengampuni dosa.

Tuhan Yesus adalah Allah. Semua silih dosa diarahkan kepadaNya. Seseorang berbuat dosa karena akal budinya dikuasai yang lain yaitu Roh yang melampaui akal manusia. Roh itu milikNya.

Kedua, memanggil anak.

Si lumpuh dipanggil sebagai anak karena memang semua manusia adalah anakNya. Manusia berasal dan menuju kepadaNya. 

Dalam Mat 4 : 1 - 11 malahan si iblis dapat dirasuki atau iblis yang kerasukan. Iblis adalah pencoba tetapi si iblis juga kepunyaan Tuhan Yesus. Allah dari iblis adalah Tuhan Yesus. 

Karena iblis yang mencoba, sementara manusia tidak tahan terhadap cobaan maka Tuhan Yesus kemudian mengampuni dosa manusia. 

Semua silih dan tujuan persembahan manusia apa pun itu ditujukan kepada Tuhan Yesus.

Baik iblis si pencoba maupun manusia kekuatan mereka berasal dari Yang Kuasa (Allah Yesus). 

Benarkah hal itu? Tuhan Yesus adalah terang, Pengada, kecerdasaan dan pula ujian.

Godaan itu seperti ujian di sekolah: Apakah Anda dapat menyelesaikan soal-soal itu? Itulah mengapa setiap manusia diberi kecerdasan, pertimbangan-pertimbangan dan akal budi. 

Iblis atau roh pencoba adalah penguji akal budi. Walau ha ha Tuhan Yesus dapat merasukinya.

Tuhan Yesus itu manusia biasa tetapi juga Allah itu sendiri. Eksistensinya ada dua: di dunia dan surga. Beliau adalah terang, sumber ada dan ada itu sendiri. Hanya saja, manusia pada zamannya tertipu karena kedaginganNya padahal Beliau adalah Roh Tertinggi, Wujud Tertinggi.

Pencoba adalah guru, penguji akal budi.



Iblis yang Kerasukan

Yang Kuasa

Ditulis oleh: Melky Pantur
Senin, 16 September 2024.
Ruteng, Flores.

"Janganlah engkau mencobai Tuhan, Allahmu!". 

Banyak orang mungkin bertanya: Kok iblis bisa kerasukan? Jawabannya iya!

Dalam Mat 4 : 1 - 11 menerangkan kisah bagaimana Yesus dicobai iblis. Si iblis mencobaiNya tiga kali. 

Kisah dalam perikop ini menggambarkan bagaimana iblis justru terkena kerasukan. Ayat ke-7 dengan sangat terang sekali mengisahkan iblis malah kena kerasukan. Ia tidak tahu bahwa ia kerasukan. Lucu memang, si iblis tidak tahu bahwa ia mencobai Tuhannya sendiri. 

Si iblis pun diusir oleh tuannya. Itu karena pengetahuannya yang terbatas. Ia tidak tahu, yang ia cobai adalah tuannya yang tidak akan bisa ia rasuki, malah dirasuki balik.

Kisah itu sangat lucu sekali. Di depannya berdiri tuannya Yang Agung tetapi ia tidak tahu bahwa yang berdiri di depannya adalah tuannya sendiri. 

Tuhan mengambil tipe yang lemah, seolah-olah tidak punya kuasa apa-apa tetapi apa yang terjadi si iblis berhasil dikelabui. 

Si iblis pun tidak dibuat mengerti, kecerdasannya dikerudung sehingga ia lupa akan identitasnya. 

Perikop ini mau mengatakan bahwa Yesus adalah Tuhan, Allah dari iblis. Karena si iblis tidak tahu, iblis itu pun malah kerasukan.

Yah, jelas sekali iblis bisa kerasukan. Hanya Tuhan yang tidak bisa kerasukan, yah Tuhan Yesus.

Tuhan Yesus bisa merasuki iblis! Ha ha ha...kisah yang luar biasa. 

Si iblis kerap merasuki manusia-manusia. Ia jengkel. Ia minta mau disembahi. Tuhan saja tidak mau disembah-sembah karena bagiNya: masakan Saya disembah ciptaanKu sendiri? Lucu kan!

02/12/23

Pernikahan Melky Pantur di Gereja St. Nikolaus Golo Dukal Ruteng


Permandian
.

Melkior Pantur lahir pada hari Kamis, 3 Desember 1981 di Sampar. Dipermandikan di Gereja Sta. Maria Fatima Cancar, 2 Januari 1982 oleh P. Pius Kila, SVD. Saat permandian didampingi oleh Bapak Theodorus Tamat dan Veronika Danut. Theodorus Tamat dan Veronika Danut adalah orang tua kandung. 

Ayah, Theodorus Tamat

Rumah Kelahiran.

Rumah kelahiran. 
Rumah Kakek dan Nenek di Sampar. 

Gaspar Garung, ayah dari Ibu.

Sobina Sidung, Nenek dari Ibu.

Pendidikan dan Krisma.

Masuk SD pertama kali di SDK Coal. Saat masuk SD didaftarkan oleh Ibu Veronika Danut. Kemudian Kelas II SD pindah ke SDI Nggawang. Di SDI Nggawang menerima komuni pertama oleh RD. Benny Bensi. Penerimaan komuni pertama atau sambut baru di SDI Nggawang bukan di Gereja Stasi atau Gereja Paroki. Alasannya, pada waktu itu, Kapela Stasi Nggawang masih dikerjakan. Stasi Nggawang masuk dalam wilayah Paroki Sta. Maria Fatima Cancar, Keuskupan Ruteng. Saat menerima Sakramen Ekaristi atau Komuni Pertama didampingi oleh Kakek Gaspar Garung dan Nenek Sobina Sidung. Setelah menamatkan SD di SDI Nggawang, melanjutkan SMP di SMPN 1 Kuwus. Kemudian melanjutkan pendidikan di SMAK Primadona Ruteng. Saat SMA menerima Sakramen Krisma di Gereja St. Vitalis Cewonikit. Misa Krisma dipimpin Mgr. Eduardus Sangsun, SVD.
Pasca menamatkan SMA melanjutkan pendidikan ke Perguruan Tinggi STKIP St. Paulus Ruteng (sekarang 2023 Unika St. Paulus Ruteng). 

Pernikahan.

Pasca kuliah, mengambil isteri bernama Regina Wangung. Kemudian menikah dengan Regina Wangung pada hari Jumat, 1 Desember 2023 di Gereja Paroki St. Nikolaus Golo Dukal, Ruteng, Keuskupan Ruteng. Ini adalah pernikahan massal. Ada 19 pasutri yang menikah bersama-sama pada Jumat, 1 Desember 2023 itu. Resepsi kecil pernikahan pun dilangsungkan di rumah Ketua PA Alumni GMNI Cabang Manggarai, Bpk. Fransiskus Gero, S.Pd. 

Anak-Anak.

Sebelum menikah secara Gereja Katolik, Melky Pantur telah memiliki tiga orang putera. Ketiganya adalah Arnoldus Sanpepi Juang Pantur, Vinsensan Jovialen Perki Pantur, Oktovian Gening Pantur.

Arnoldus Sanpepi Juang Pantur lahir di RSUD Ruteng dipermandikan di Gereja Paroki St. Fransiuskus Asisi Karot. Juang kemudian TK di St. Gabriel Leda Ruteng, SD di SDI Leda Ruteng dan penerimaan Sakramen Ekaristinya di Gereja Paroki St. Nikolaus Golo Dukal.

Vinsensan Jovialen Perki Pantur lahir di Puskesmas Kota Ruteng (2023 Puskesmas itu telah menjadi Kantor Perizinan Kabupaten Manggarai), dipermandikan di Gereja Paroki St. Vitalis Cewonikit, TK di St. Gabriel Leda Ruteng, dan SD di SDI Leda Ruteng.

Oktovian Gening Pantur lahir di rumah kontrakan Inocentius Nardi di Recok, Leda, Kecamatan Langke Rembong.

Potret Pernikahan Melky Pantur


Adik Nestor Madi (kanan).







P. Adam Satu, SVD


P. Adam Satu, SVD

Bpk. Yoakim Jehati (kedua dari kiri berbaju kuning) dan adek Charles Abar (ujung kanan).








Gereja St. Nikolaus Golo Dukal






Bersama anak-anak


Bpk. Richard J. Pentor (sudut kanan).

Bpk. Mario Janggur (berbaju merah ketiga dari kanan).

Bpk. Frans Gero bersama Ibu.


Bpk. Kanisius Erom bersama Ibu senior.


Bpk. Alfan Manah (kanan), Bpk. John Manasye (kiri).






Bpk. Thomas Edison Rihimone (kedua dari kanan).



Pak Roman Ndau Lendong tengah berdiri memberi wejangan. Baju biru Bpk. Kanis Nasak. Sudut kanan Bpk. Aldy Djangkung.

Bpk. Vitalis Jehapu atau Roy Vitalis (kanan).

Bpk. Heribertus Ngabut (tengah baju kotak putih).

Pak Edy BIN kotak kuning bercampur hitam.

Bpk. Otwin Wisang (kiri).





Ucapan Terima Kasih.

Terima kasih khusus dan istimewa kepada Ketua PA Alumni GMNI Cabang Manggarai, Bpk. Fransiskus Gero bersama Ibu (kakak perempuan). Ucapan terima kasih pula kepada para senior alumni GMNI, Bpk. Fortunatus Hamsah Manah, Bpk. Kanisius Erom, Bpk. Yoakim Yohanes Jehati, Bpk. Rikard Jemmy Pentor. Bantuan dari para senior ini segala urusan dapat dengan enteng diselenggarakan.

Disampaikan terima kasih pula kepada senior PA GMNI Cabang Manggarai, Bpk. John Regon, Ibu Marselina Lorensia, Bpk. Maksi Tamur. Para yunior alumni dan GMNI aktif Cabang Ruteng terima kasih banyak.

Sebagai sahabat dan teman, Pak Kamilus Tiransius Otwin Wisang. 

Terima kasih berlimpah atas saran dan masukkan dari Bpk. Herybertus Ngabut yang telah turut menyukseskan acara ini. 

Dukungan dari Pak Dedy Bosco, Pak Lambert  Paput, Pak Kanis Nasak, Pak Aldy Djangkung. 

Lebih khusus juga bagi Bpk. Thomas Edison Rihi Mone atas budi baiknya memperlancar proses berjalannya pernikahan ini. 

Adik Nestor Madi juga disampaikan terima kasih banyak.

Kepada Keluarga dari Karot juga disampaikan terima kasih karena telah sangat membantu. Kepada adek ganteng Adeputra Moses juga disampaikan terima kasih. Adek senior Berto Davids juga terima kasih. 

Terima kasih pula kepada Bpk. Hery Maru di Cancar atas pertolongannya.

Kepada sahabat, teman Bpk. Vinsensius Fereri Jofandy bersama isteri disampaikan terima kasih terutama kamera kerennya.

Terima kasih paling dalam kepada weta Florida Sinar dan kesa Melky Fahik. Doa dan dukungan diucapkan terima kasih.

Kepada Tuhan Allah Trinitas terima kasih banyak. 



Melky Pantur