09/06/26

Homili

Kitab Yer 10 : 10 - 13.


10:10 Tetapi TUHAN adalah Allah yang benar, Dialah Allah yang hidup dan Raja yang kekal. Bumi goncang karena murka-Nya, dan bangsa-bangsa tidak tahan akan geram-Nya. 10:11 Beginilah harus kamu katakan kepada mereka: "Para allah yang tidak 10:10 Tetapi TUHAN adalah Allah yang benar, Dialah Allah yang hidup dan Raja yang kekal. Bumi goncang karena murka-Nya, dan bangsa-bangsa tidak tahan akan geram-Nya. 10:11 Beginilah harus kamu katakan kepada mereka: "Para allah yang tidak menjadikan langit dan bumi akan lenyap dari bumi dan dari kolong langit ini." 10:12 Tuhanlah yang menjadikan bumi dengan kekuatan-Nya, yang menegakkan dunia dengan kebijaksanaan-Nya, dan yang membentangkan langit dengan akal budi-Nya. 10:13 Apabila Ia memperdengarkan suara-Nya, menderulah bunyi air di langit, Ia menaikkan kabut awan dari ujung bumi, Ia membuat kilat serta dengan hujan, dan mengeluarkan angin dari perbendaharaan-Nya.

Rm 5 : 12 -  15

5:12 Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa. 5:13 Sebab sebelum hukum Taurat ada, telah ada dosa di dunia. Tetapi dosa itu tidak diperhitungkan kalau tidak ada hukum Taurat. 5:14 Sungguhpun demikian maut telah berkuasa dari zaman Adam sampai kepada zaman Musa juga atas mereka, yang tidak berbuat dosa dengan cara yang sama seperti yang telah dibuat oleh Adam, yang adalah gambaran Dia yang akan datang. 5:15 Tetapi karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena pelanggaran satu orang semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia Allah dan karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang karena satu orang, yaitu Yesus Kristus.

Mat 10 : 26 - 33

10:26 Jadi janganlah kamu takut terhadap mereka, karena tidak ada sesuatupun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. 10:27 Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang; dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah itu dari atas atap rumah. 10:28 Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka. 10:29 Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekorpun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu. 10:30 Dan kamu, rambut kepalamupun terhitung semuanya. 10:31 Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit. 10:32 Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga. 10:33 Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga."

JANGAN TAKUT KEPADA MEREKA YANG HANYA MAMPU MEMBINASAKAN TUBUH

Saudara/i terkasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus!

Hari ini kita telah mendengar sabda Tuhan melalui bacaan suci hari ini. Kitab Yeremia menulis dan menyampaikan bahwa Tuhan adalah Allah yang benar. Dialah Allah yang hidup dan Allah yang kekal. Tuhanlah yang menjadikan bumi dengan kekuatan-Nya, yang menegakkan dunia dengan kebijaksanaan-Nya, dan yang membentangkan langit dengan akal budiNya. Ia memperdengarkan suara-Nya, menderulah bunyi air di langit, Ia menaikkan kabut awan dari ujung bumi, Ia membuat kilat serta dengan hujan, dan mengeluarkan angin dari perbendaharaanNya.

Surat Rasul Paulus kepada umat di Roma secara tegas juga menyampaikan kepada kita bahwa 
sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa tetapi jika karena pelanggaran satu orang semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia Allah dan karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang karena satu orang, yaitu Yesus Kristus.

Kedua pesan di atas dipertegas pula melalui Injil Matius. Tuhan Yesus bersabda: Janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.

Saudara/i seiman dalam Yesus Kristus!

Kerap dalam keseharian, kita lupa akan Tuhan. Lupa mungkin dengan pelbagai alasan. Ketika kita berada dalam kesukaan, serba ada, pikiran kita menyatu dengan hal-hal duniawi: Di mana hartamu berada di situ pula hatimu berada (Mat 6:21). Artinya, kita kemudian lupa pada Tuhan. 

Hal yang paling menyentuh dengan fakta-fakta keseharian kita, yah pada saat kita terjerembab dalam perjudian seperti main slot. Energi kita terkuras di sana. Banyak kejadian dalam rumah tangga di mana terjadinya keretakan karena judi slot. Kita keenakan memperoleh uang dengan cara yang cepat saji, spontan. Kita orang lain bertanya: Mengapa engkau bermain slot dan apakah engkau tidak mau mengakhirinya? Apa jawab mereka: Sure (suka repot) dan bukanya uangnya kau. Minggir sana loe. Kalau tidak ada doi, yah pergi sana. Tetapi ketika kita sudah kalah, rekening mulai terkuras, tanah dijual, rumah digadai, yah dijual dan segalanya habis bahkan broken home, bahkan berklimaks pada mengakhiri hayat di kandung badan alias bunuh dia. Yah, sia-sia. Kita melupakan Tuhan. 

Tindakan lain sebagai aktus konkrit dari melupakan Tuhan ketika kita mulai bermegah. Yah, memegahkan diri. Karena harta yang berkelimpahan, kemegahan mulai mencuat ke permukaan. Congkak dan sombong tumbuh dan menjalar. Tuhan kemudian bersabda: Apa gunanya seseorang memperoleh selurun dunia tetapi ia kehilangan nyawanya. Karena apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya? Mark 8 : 36 - 37.

Saudara/i yang Dicintai Tuhan!

Sebagai pengikut Kristus, kita tentu perlu menjauhkan diri dari hal-hal yang tidak berkenan kepada Tuhan. Melalui 10 perintah Allah, Musa mengingatkan orang Israel agar jangan melakukan hal-hal yang dilarang. Di gunung Sinai, decalog ditawarkan kepada umat Israel. Itu adalah hukum yang harus ditaati. Tuhan memberikan pilihan yang baik. Itu karena umat Israel menyembah baal atau ilah lain yang terbuat dari patung emas.

Umat telah berbuat dosa bahkan sejak Adam. Sebagaimana termaktub dalam Kitab Yeremia di mana karena dosanya yang dilakukan di Taman Eden, semua orang kemudian jatuh dalam jurang yang sama tetapi dengan penebusan Tuhan Yesus di salib, Tuhan bersabda: Ya Bapa, ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat (Luk 23 : 34). Melalui pengorbanan salibNya, dosa-dosa kita ditebusNya.

Saudara/ yang dikasihi Bapa!

Injil Mat menampilkan kepada kita untuk hanya takut kepada Dia yang mampu membinasakan jiwa dan raga. Agar terhindar dari segala gangguan, kita bertonggak padaNya. Kita tidak hanya sekedar berkata-kata tetapi perlu melaksanakannya. Tentu dasarnya adalah kita tidak boleh mengikuti kemegahan orang lain tetapi hidup apa adanya. Jangan tentu memakaa kehendak Tuhan mengikuti kehendak kita. Bila orang lain berada dalam kemewahan kita juga mengikuti mereka. Hal-hal itu perlu dihindari. 

Tentu kita tidak hanya tidur-tidur saja atau bersantai-santai atau menanti rahmat Tuhan seperti menanti kucing tumbuh tanduk - seperti judi online (kupon putih), hanya dengan tebak mimpi triliunan bertumpukan di tempat tidur kita. Tuhan bersabda: Carilah dahulu kerajaan Allah, maka segala sesuatu akan ditambahkan kepadaMu. Apa itu kerajaan Allah? Kerajaan Allah adalah buah-buah Roh. Kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri.

Dalam keetikaan itu, kita tentu perlu melaksanakan etika kewajiban sekaligus keutamaan. Apa kewajiban kita dan apa-apa saja hal yang kita kita taati. Keutamaan kita adalah TAAT PADA ALLAH yang mengendalikan semuanya. Karena itu, buah-buah Roh atau kerajaan Allah itu harus tinggal di dalam hati kita.

Semoga!!!

Disusun oleh Melky Pantur. Rabu, 10 Juni 2026 di Taman Pancasila Coal.








07/06/26

IBADAT SABDA MINGGU BIASA KE - XII 21 JUNI 2026 STASI ST. MIKAEL COAL


I. PEMBUKAAN

1. Lagu Pembuka (MB p 170).

2. Tanda Salib dan Salam Damai.

P: Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
U: Amin.
P: Semoga kasih karunia Roh Kudus cinta kasih Allah dan persekutuan Roh Kudus beserta kita.
U: Sekarang dan selama-lamanya.

3. Pengantar/Kata Pembuka.

P: Saudara/ terkasih dalam Yesus Kristus, hari ini kita memasuki Minggu biasa ke-12 (dalam tahun A dalam masa biasa). Kita merenungkan pesan Tuhan melalui bacaan-bacaan suci hari ini. Untuk itu di awal doa kita, mari kita hening sejenak menyadari kehadiran Tuhan dalam perayaan kita saat ini.

4. Tobat dan Permohonan Ampun.

P: Mari kita memeriksa batin kita, melihat kembali kesalahan kita yang telah kita lakukan pada waktu yang lalu. Sama-sama:

P/U: Saya mengaku: 

Saya mengaku kepada Allah yang Mahakuasa dan kepada saudara sekalian bahwa saya telah berdosa dengan pikiran, perkataan, perbuatan, dan kelalaian. Saya berdosa saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu, saya mohon kepada Sta. Perawan Maria, kepada Malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekalian supaya mendoakan saya kepada Allah Tuhan kita. (Bisa juga diganti dengan Doa Tobat)

P: Semoga Allah yang Mahakuasa, mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kita ke hidup kekal. 
U: Amin.

5. Tuhan Kasihanilah Kami (Bisa juga dalam bentuk lagu). (DS p 90).

(Atau pemimpin ibadat mengucapkan ini)

P: Tuhan kasihanilah kami.
U: Tuhan kasihanilah kami.

P: Kristus Kasihanilah kami.
U: Kristus kasihanilah kami.

P: Tuhan kasihanilah kami.
U: Tuhan kasihanilah kami.

6. Doa Pembuka.

P: Marilah kita berdoa!
Allah Bapa yang Mahakuasa, Engkau telah menuntun dan membebaskan umatMu Israel melalui tangan Musa dari negeri Mesir ke tanah terjanji karena itu tuntunlah pula kami hari ke dalam kebajikan agar kami mencapai kesempurnaanMu.  
Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama dengan Dikau dalam persatuan dengan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa.
U: Amin.

II. LITURGI SABDA

1. Ajakan Mendengarkan Sabda Tuhan.

P: Marilah kita membuka hati kita mendengarkan sabda Tuhan agar kita pantas dan layak di hadapanNya. 

2. Bacaan.

2.1 Bacaan Pertama.

L: Bacaan diambil dari Kitab Yer 10 : 10 - 13.

10:10 Tetapi TUHAN adalah Allah yang benar, Dialah Allah yang hidup dan Raja yang kekal. Bumi goncang karena murka-Nya, dan bangsa-bangsa tidak tahan akan geram-Nya. 10:11 Beginilah harus kamu katakan kepada mereka: "Para allah yang tidak menjadikan langit dan bumi akan lenyap dari bumi dan dari kolong langit ini." 10:12 Tuhanlah yang menjadikan bumi dengan kekuatan-Nya, yang menegakkan dunia dengan kebijaksanaan-Nya, dan yang membentangkan langit dengan akal budi-Nya. 10:13 Apabila Ia memperdengarkan suara-Nya, menderulah bunyi air di langit, Ia menaikkan kabut awan dari ujung bumi, Ia membuat kilat serta dengan hujan, dan mengeluarkan angin dari perbendaharaan-Nya.

P/L: Demikianlah sabda Tuhan.
U: Syukur kepada Allah.        

Mazmur Tanggapan: Mazmur 69: 8-10, 14, 17, 33-35.
Kutipan Mazmur
M: 69: 8 - 10: 

8: Sebab oleh karena Engkaulah aku menangung cela, noda meliputi mukaku.
9: Aku telah menjadi orang luar bagi saudara-saudaraku, orang asing bagi anak-anak ibuku;
10: Sebab cinta untuk rumahMu menghanguskan aku, dan kata-kata yang mencela Engkau telah menimpa aku".

69 : 14 Tetapi aku, aku berdoa kepadaMu, ya Tuhan, pada waktu Engkau berkenan, ya Allah; demi kasih setiaMu yang besar jawablah aku dengan pertolonganMu yang setia!"

69 : 17 Jawablah aku ya Tuhan, sebab kasih setiaMu baik, berpalinglah kepadaku menurut rahmatMu yang besar!"

69 : 33 - 35. 

69 : 33 Lihatlah, hai orang - orang yang rendah hati, dan bersukacitalah; kamu mencari Allah, biarlah hatimu hidup kembali! 

69 : 34 Sebab Tuhan mendengar orang - orang miskin, dan tidak memandang hina orang-orangnya dalam tahanan.

69 : 35 Biarlah langit dan bumi memuji-muji Dia, lautan dan segala yang bergerak di dalamnya.

U: Jawaban Refren oleh Umat.

M Refren: 
Demi kasih setiaMu yang besar, jawablah aku ya Tuhan


I.

Tuhan, karena Engkaulah aku menangung cela, noda meliputi mukaku.
Aku telah menjadi orang luar bagi saudara-saudaraku, orang asing bagi anak-anak ibuku;
Sebab cinta untuk rumahMu menghanguskan aku, dan kata-kata yang mencela Engkau telah menimpa aku".

M/U Refren: 
Demi kasih setiaMu yang besar, jawablah aku ya Tuhan

II

Tetapi aku, aku berdoa kepadaMu, ya Tuhan, pada waktu Engkau berkenan, ya Allah; demi kasih setiaMu yang besar jawablah aku dengan pertolonganMu yang setia!" Jawablah aku ya Tuhan, sebab kasih setiaMu baik, berpalinglah kepadaku menurut rahmatMu yang besar!

M/U Refren: 
Demi kasih setiaMu yang besar, jawablah aku ya Tuhan

III

Lihatlah, hai orang - orang yang rendah hati, dan bersukacitalah; kamu mencari Allah, biarlah hatimu hidup kembali! Sebab Tuhan mendengar orang - orang miskin, dan tidak memandang hina orang-orangnya dalam tahanan. Biarlah langit dan bumi memuji-muji Dia, lautan dan segala yang bergerak di dalamnya.

2. 2 Bacaan Kedua. 

P/L: Bacaan diambil dari Rm 5 : 12 - 15.

5:12 Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa. 5:13 Sebab sebelum hukum Taurat ada, telah ada dosa di dunia. Tetapi dosa itu tidak diperhitungkan kalau tidak ada hukum Taurat. 5:14 Sungguhpun demikian maut telah berkuasa dari zaman Adam sampai kepada zaman Musa juga atas mereka, yang tidak berbuat dosa dengan cara yang sama seperti yang telah dibuat oleh Adam, yang adalah gambaran Dia yang akan datang. 5:15 Tetapi karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena pelanggaran satu orang semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia Allah dan karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang karena satu orang, yaitu Yesus Kristus.

P: Demikianlah sabda Tuhan.
U: Syukur kepada Allah.

2.3 Bait Pengantar Injil: Yohanes 15: 26b, 27a.

P: Alleluya
U: Alleluya
P: Roh Kebenaran akan memberi kesaksian tentang Aku, dan kamu pun harus memberi kesaksian pula, sabda Tuhan.
U: Alleluya

2.4 Bacaan Injil Mat 10: 26 - 33.

P: Marilah kita mendengarkan Injil suci      
    menurut Matius.
P: Tuhan sertamu dan sertamu juga. Inilah Injil  
     Yesus Kristus menurut Matius. 
U: Dimuliakanlah Tuhan.
     (Pemimpin ibadat mulai membaca Injil).

10:26 Jadi janganlah kamu takut terhadap mereka, karena tidak ada sesuatupun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. 10:27 Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang; dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah itu dari atas atap rumah. 10:28 Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka. 10:29 Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekorpun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu. 10:30 Dan kamu, rambut kepalamupun terhitung semuanya. 10:31 Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit. 10:32 Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga. 10:33 Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga."

P: Demikianlah Injil Tuhan
U: Terpujilah Kristus. 

(dibawakan oleh pemimpin ibadat).

2.6 Doa Aku Percaya/Syahadat.

P: Marilah menanggapi sabda Tuhan dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada Tuhan, dengan bernyanyi: 
P/U: Aku Percaya (MB p 226).
(Di sini bisa juga dengan berdoa Aku Percaya).

2.7 Doa Umat.

P: Tuhan Yesus telah mengajarkan kepada kita bahwa kita harus takut kepada Dia yang mampu membinasakan baik jiwa maupun badan. Karena itu, marilah kita memanjatkan doa-doa kita kepada Bapa di Surga.

P: Bagi Gereja Kudus.
P: Marikah kita mohon.
U: Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

P: Bagi Bangsa dan Negara.
P: Marilah kita mohon.
U: Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

P: Bagi kita semua yang hadir di sini, ya Tuhan jagalah kami selalu agar bebas dari segala godaan yang menimpa hidup kami. Jauhkanlah kami dari nafsu serakah, haus kuasa dan kelaliman dan dari segala perbuatan yang tidak berkenan kepadaMu.
P: Marilah kita mohon.
U: Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.

P: Mari kita hening sejenak untuk menyerahkan doa dan permohonan kita masing-masing (hening sejenak).
P: Tuhan itulah doa-doa umatMu. Semoga Dikau sudi mendengarkannya. Sebab Engkaulah Tuhan dan pengantara kami.
U: Amin.

III. LITURGI EKARISTI

1. Doa Pujian.

P: Saudara/i terkasih, Allah itu Mahabaik. Dalam kebaikanNya, Ia telah memenuhi janjiNya. Maka marilah kita bersukacita di dalam Dia dan memuji keagunganNya dengan berseru: Sungguh besarlah karya Tuhan. 
U: Sungguh besarlah karya Tuhan.

P: Aku memuliakan Tuhan dan hatiku bergembira karena Allah penolongku. Ia memperhatikan aku hambaNya yang hina ini, maka marilah kita memujia Dia.
U: Sungguh besarlah karya Tuhan.

P:  Begitu besar kasih setiaNya kepada kita hingga menganuhgerahkan Putera tunggalNya untuk membebaskan kita dari alam maut. Marilah kita memuji Dia.
U: Sungguh besarlah karya Tuhan.

P: Maka yah Bapa dengan gembira hati bersama seluruh umat beriman dalam kesatuan dengan Bapa Suci kami Paus Leo XIV, Uskup kami Mgr. Maximus Regus dan Pastor Paroki kami, RD Ferdy Gadu, kami melambungkan madah pujian bagiMu dengan bernyanyi.

2. Lagu Pujian. (MB p 255).

3. Komuni dan Tidak Menerima Komuni.

3.1 Komuni.

P: Saudara/i meskipun kita tidak merayakan Ekaristi, pada perayaan ini kita telah memperoleh kesempatan menyambut komuni kudus, maka dalam persatuan dengan saudara/i separoki yang merayakan Ekaristi marilah kita menyiapkan hati di hadirat Tuhan.

3.1.1 Bapa Kami.

P: Atas petunjuk penyelamat kita dan menurut ajaran Ilahi, maka beranilah kita berdoa.
P/U: Bapa kami.

3.1.1.1 Salam damai dan komuni.

3.1.1.1.1 Salam damai.

P: Marilah kita memberikan salam damai
P: Inilah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia berbahagialah kita yang diundang ke perjamuanNya.
U: Ya Tuhan, saya tidak pantas Tuhan datang kepada saya tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh.
P: Tubuh Kristus.
U: Amin.

3.1.1.1.2 Menerima Komuni (umat menerima komuni sembari diiringi lagu). (MB p 288).

3.2.2 Tanpa Komuni.

P: Pada perayaan ini kita tidak menyambut komuni kudus. Meskipun demikian, marilah kita menghayati kehadiran Tuhan yang kita rindukan di dalam hati kita masing-masing.
P: Kita berdoa...
P/U: Bapa kami.
P: Marilah kita saling memberikan salam damai.

4. Amanat Pengutusan.

P: Saudara/i terkasih Tuhan Yesus bersabda kepada kita, tinggallah di dalam Aku maka kamu akan memperoleh kedamaian. Dan hendaklah kamu saling mengasihi sebagaimana Aku telah mengasihi kamu. Karena itu, semoga kita selalu saling mengasihi sama seperti yang disabdakan Tuhan kepada kita untuk saling mengasihi.

IV. PENUTUP

P: Marilah kita berdoa!

Allah yang kekal dan kuasa, kami telah menerima peneguhan yang berasal dari sabdaMu. Semoga kami juga dikuatkan dalam melaksanakan dan menghidupkan sabda itu di dalam kehidupan kami sehari-hari. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami.
U: Amin.

1. Pengumuman.

2. Mohon berkat Tuhan.

P: Sebelum mengakhiri ibadat ini, marilah kita menundukkan kepala dan memohon berkat Tuhan (hening sejenak). 
P: Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita dari dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal. Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
U: Amin.

P: Marilah pergi, kita diutus. Ibadat sabda kita
 telah usai.
U: Syukur kepada Allah.

3. Lagu Penutup. (MB p 308).
 (Lagu disesuaikan).

4. Terpujilah.

P: Terpujilah Tuhan kita Yesus Kristus.
U: Sampai selama-lamanya. Amin.

Catatan:

Ibadat Sabda ini disusun oleh Melky Pantur, umat KBG St. Petrus Ntalung 3, Stasi St. Mikael Coal, Paroki Hati Kudus Yesus Golowelu, Keuskupan Labuan Bajo. Minggu, 7 Juni 2026.

06/06/26

Pembinaan Anak-Anak Komuni Pertama Stasi St. Mikael Coal

Giat hari ini Minggu, 7 Juni 2026 dalam rangka pembinaan anak-anak yang hendak menerima komuni pertama di Gereja Stasi St. Mikael Coal, Paroki Hati Kudus Yesus Golowelu, Keuskupan Labuan Bajo.


Adapun materi yang disampaikan tentang pendalaman Kitab Suci. Kitab yang dimambil seperti Luk 5 : 27 - 32 dengan tema: Makan Bersama dalam Keluarga

Kemudian dilanjutkan dengan pendalaman Kitab Suci Luk 2 : 41 - 52 dengan tema: Keluarga Berdoa dan Mendengarkan Sabda.


Selain pendalaman Kitab Suci, peserta juga meminta mendaraskan doa-doa Gereja Katolik. Anak-anak diperkenankan membawakan doa-doa di depan mimbar.