I. PEMBUKAAN
1. Lagu Pembuka (MB p 170).
2. Tanda Salib dan Salam Damai.
P: Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
U: Amin.
P: Semoga kasih karunia Roh Kudus cinta kasih Allah dan persekutuan Roh Kudus beserta kita.
U: Sekarang dan selama-lamanya.
3. Pengantar/Kata Pembuka.
P: Saudara/ terkasih dalam Yesus Kristus, hari ini kita memasuki Minggu biasa ke-12 (dalam tahun A dalam masa biasa). Kita merenungkan pesan Tuhan melalui bacaan-bacaan suci hari ini. Untuk itu di awal doa kita, mari kita hening sejenak menyadari kehadiran Tuhan dalam perayaan kita saat ini.
4. Tobat dan Permohonan Ampun.
P: Mari kita memeriksa batin kita, melihat kembali kesalahan kita yang telah kita lakukan pada waktu yang lalu. Sama-sama:
P/U: Saya mengaku.
Saya mengaku kepada Allah yang Mahakuasa dan kepada saudara sekalian bahwa saya telah berdosa dengan pikiran, perkataan, perbuatan, dan kelalaian. Saya berdosa saya berdosa, saya sungguh berdosa. Oleh sebab itu, saya mohon kepada Sta. Perawan Maria, kepada Malaikat dan orang kudus dan kepada saudara sekalian supaya mendoakan saya kepada Allah Tuhan kita. (Bisa juga diganti dengan Doa Tobat)
P: Semoga Allah yang Mahakuasa, mengasihani kita, mengampuni dosa kita dan menghantar kita ke hidup kekal.
U: Amin.
5. Tuhan Kasihanilah Kami (Bisa juga dalam bentuk lagu). (DS p 90).
(Atau pemimpin ibadat mengucapkan ini)
P: Tuhan kasihanilah kami.
U: Tuhan kasihanilah kami.
P: Kristus Kasihanilah kami.
U: Kristus kasihanilah kami.
P: Tuhan kasihanilah kami.
U: Tuhan kasihanilah kami.
6. Doa Pembuka.
P: Marilah kita berdoa
Allah Bapa yang Mahakuasa, Engkau telah menuntun dan membebaskan umatMu Israel melalui tangan Musa dari negeri Mesir ke tanah terjanji karena itu tuntunlah pula kami hari ke dalam kebajikan agar kami mencapai kesempurnaanMu.
Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami, yang hidup dan berkuasa bersama dengan Dikau dalam persatuan dengan Roh Kudus, Allah sepanjang segala masa.
U: Amin.
II. LITURGI SABDA
1. Ajakan Mendengarkan Sabda Tuhan.
P: Marilah kita membuka hati kita mendengarkan sabda Tuhan agar kita pantas dan layak di hadapanNya.
2. Bacaan.
2.1 Bacaan Pertama.
L: Bacaan diambil dari Kitab Yer 10 : 10 - 13.
P/L: Demikianlah sabda Tuhan.
U: Syukur kepada Allah.
Mazmur Tanggapan: Mazmur 69: 8-10, 14, 17, 33-35.
Kutipan Mazmur
M: 69: 8 - 10:
8: Sebab oleh karena Engkaulah aku menangung cela, noda meliputi mukaku.
9: Aku telah menjadi orang luar bagi saudara-saudaraku, orang asing bagi anak-anak ibuku;
10: Sebab cinta untuk rumahMu menghanguskan aku, dan kata-kata yang mencela Engkau telah menimpa aku".
69 : 14 Tetapi aku, aku berdoa kepadaMu, ya Tuhan, pada waktu Engkau berkenan, ya Allah; demi kasih setiaMu yang besar jawablah aku dengan pertolonganMu yang setia!"
69 : 17 Jawablah aku ya Tuhan, sebab kasih setiaMu baik, berpalinglah kepadaku menurut rahmatMu yang besar!"
69 : 33 - 35.
69 : 33 Lihatlah, hai orang - orang yang rendah hati, dan bersukacitalah; kamu mencari Allah, biarlah hatimu hidup kembali!
69 : 34 Sebab Tuhan mendengar orang - orang miskin, dan tidak memandang hina orang-orangnya dalam tahanan.
69 : 35 Biarlah langit dan bumi memuji-muji Dia, lautan dan segala yang bergerak di dalamnya.
U: Jawaban Refren oleh Umat.
M Refren:
Demi kasih setiaMu yang besar, jawablah aku ya Tuhan
I.
Tuhan, karena Engkaulah aku menangung cela, noda meliputi mukaku.
Aku telah menjadi orang luar bagi saudara-saudaraku, orang asing bagi anak-anak ibuku;
Sebab cinta untuk rumahMu menghanguskan aku, dan kata-kata yang mencela Engkau telah menimpa aku".
M/U Refren:
Demi kasih setiaMu yang besar, jawablah aku ya Tuhan
II
Tetapi aku, aku berdoa kepadaMu, ya Tuhan, pada waktu Engkau berkenan, ya Allah; demi kasih setiaMu yang besar jawablah aku dengan pertolonganMu yang setia!" Jawablah aku ya Tuhan, sebab kasih setiaMu baik, berpalinglah kepadaku menurut rahmatMu yang besar!
M/U Refren:
Demi kasih setiaMu yang besar, jawablah aku ya Tuhan
III
Lihatlah, hai orang - orang yang rendah hati, dan bersukacitalah; kamu mencari Allah, biarlah hatimu hidup kembali! Sebab Tuhan mendengar orang - orang miskin, dan tidak memandang hina orang-orangnya dalam tahanan. Biarlah langit dan bumi memuji-muji Dia, lautan dan segala yang bergerak di dalamnya.
2. 2 Bacaan Kedua.
P/L: Bacaan diambil dari Rm. 5 : 12 - 15.
P: Demikianlah sabda Tuhan.
U: Syukur kepada Allah.
2.3 Bait Pengantar Injil: Yohanes 15: 26b, 27a.
P: Alleluya
U: Alleluya
P: Roh Kebenaran akan memberi kesaksian tentang Aku, dan kamu pun harus memberi kesaksian pula, sabda Tuhan.
U: Alleluya
2.4 Bacaan Injil (Mat 10: 26 - 33).
P: Marilah kita mendengarkan Injil suci
menurut Matius.
P: Tuhan sertamu dan sertamu juga. Inilah Injil
Yesus Kristus menurut Matius.
U: Dimuliakanlah Tuhan.
(Pemimpin ibadat mulai membaca Injil)
P: Demikianlah Injil Tuhan
U: Terpujilah Kristus.
2.5 Homili.
(dibawakan oleh pemimpin ibadat).
2.6 Doa Aku Percaya/Syahadat.
P: Marilah menanggapi sabda Tuhan dan mengungkapkan iman kepercayaan kita kepada Tuhan, dengan bernyanyi:
P/U: Aku Percaya (MB p 226).
(Di sini bisa juga dengan berdoa Aku Percaya).
2.7 Doa Umat.
P: Tuhan Yesus telah mengajarkan kepada kita bahwa kita harus takut kepada Dia yang mampu membinasakan baik jiwa maupun badan. Karena itu, marilah kita memanjatkan doa-doa kita kepada Bapa di Surga.
P: Bagi Gereja Kudus.
P: Marikah kita mohon.
U: Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.
P: Bagi Bangsa dan Negara.
P: Marilah kita mohon.
U: Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.
P: Bagi kita semua yang hadir di sini, ya Tuhan jagalah kami selalu agar bebas dari segala godaan yang menimpa hidup kami. Jauhkanlah kami dari nafsu serakah, haus kuasa dan kelaliman dan dari segala perbuatan yang tidak berkenan kepadaMu.
P: Marilah kita mohon.
U: Kabulkanlah doa kami, ya Tuhan.
P: Mari kita hening sejenak untuk menyerahkan doa dan permohonan kita masing-masing (hening sejenak).
P: Tuhan itulah doa-doa umatMu. Semoga Dikau sudi mendengarkannya. Sebab Engkaulah Tuhan dan pengantara kami.
U: Amin.
III. LITURGI EKARISTI
1. Doa Pujian.
P: Saudara/i terkasih, Allah itu Mahabaik. Dalam kebaikanNya, Ia telah memenuhi janjiNya. Maka marilah kita bersukacita di dalam Dia dan memuji keagunganNya dengan berseru: Sungguh besarlah karya Tuhan.
U: Sungguh besarlah karya Tuhan.
P: Aku memuliakan Tuhan dan hatiku bergembira karena Allah penolongku. Ia memperhatikan aku hambaNya yang hina ini, maka marilah kita memujia Dia.
U: Sungguh besarlah karya Tuhan.
P: Begitu besar kasih setiaNya kepada kita hingga menganuhgerahkan Putera tunggalNya untuk membebaskan kita dari alam maut. Marilah kita memuji Dia.
U: Sungguh besarlah karya Tuhan.
P: Maka yah Bapa dengan gembira hati bersama seluruh umat beriman dalam kesatuan dengan Bapa Suci kami Paus Leo XIV, Uskup kami Mgr. Maximus Regus dan Pastor Paroki kami, RD Ferdy Gadu, kami melambungkan madah pujian bagiMu dengan bernyanyi.
2. Lagu Pujian. (MB p 255).
3. Komuni dan Tidak Menerima Komuni.
3.1 Komuni.
P: Saudara/i meskipun kita tidak merayakan Ekaristi, pada perayaan ini kita telah memperoleh kesempatan menyambut komuni kudus, maka dalam persatuan dengan saudara/i separoki yang merayakan Ekaristi marilah kita menyiapkan hati di hadirat Tuhan.
3.1.1 Bapa Kami.
P: Atas petunjuk penyelamat kita dan menurut ajaran Ilahi, maka beranilah kita berdoa.
P/U: Bapa kami.
3.1.1.1 Salam damai dan komuni.
3.1.1.1.1 Salam damai.
P: Marilah kita memberikan salam damai
P: Inilah Anak Domba Allah yang menghapus dosa dunia berbahagialah kita yang diundang ke perjamuanNya.
U: Ya Tuhan, saya tidak pantas Tuhan datang kepada saya tetapi bersabdalah saja, maka saya akan sembuh.
P: Tubuh Kristus.
U: Amin.
3.1.1.1.2 Menerima Komuni (umat menerima komuni sembari diiringi lagu). (MB p 288).
3.2.2 Tanpa Komuni.
P: Pada perayaan ini kita tidak menyambut komuni kudus. Meskipun demikian, marilah kita menghayati kehadiran Tuhan yang kita rindukan di dalam hati kita masing-masing.
P: Kita berdoa...
P/U: Bapa kami.
P: Marilah kita saling memberikan salam damai.
4. Amanat Pengutusan.
P: Saudara/i terkasih Tuhan Yesus bersabda kepada kita, tinggallah di dalam Aku maka kamu akan memperoleh kedamaian. Dan hendaklah kamu saling mengasihi sebagaimana Aku telah mengasihi kamu. Karena itu, semoga kita selalu saling mengasihi sama seperti yang disabdakan Tuhan kepada kita untuk saling mengasihi.
IV. PENUTUP
P: Marilah kita berdoa.
Allah yang kekal dan kuasa, kami telah menerima peneguhan yang berasal dari sabdaMu. Semoga kami juga dikuatkan dalam melaksanakan dan menghidupkan sabda itu di dalam kehidupan kami sehari-hari. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami.
U: Amin.
1. Pengumuman.
2. Mohon berkat Tuhan.
P: Sebelum mengakhiri ibadat ini, marilah kita menundukkan kepala dan memohon berkat Tuhan (hening sejenak).
P: Semoga Tuhan memberkati kita, melindungi kita dari dosa dan menghantar kita ke hidup yang kekal. Dalam nama Bapa dan Putera dan Roh Kudus.
U: Amin.
P: Marilah pergi, kita diutus. Ibadat sabda kita
telah usai.
U: Syukur kepada Allah.
3. Lagu Penutup. (MB p 308).
(Lagu disesuaikan).
4. Terpujilah.
P: Terpujilah Tuhan kita Yesus Kristus.
U: Sampai selama-lamanya. Amin.
Catatan:
Ibadat Sabda ini disusun oleh Melky Pantur, umat KBG St. Petrus Ntalung 3, Stasi St. Mikael Coal, Paroki Hati Kudus Yesus Golowelu, Keuskupan Labuan Bajo. Minggu, 7 Juni 2026.





















































