16/05/20

Ciri-ciri Khusus Virus Corona

Virus corona memang berbentuk seperti buah rambutan. Tetapi diameternya 6 meter. Berwarna merah muda. Berbentuk bola, alias bulat. Para ahli yang menampilkannya sebagaimana terdapat di google itu betul. Ahli virus memang betul terkait seperti apa bentuknya.

Memiliki rambut-rambut seperti benang-benang halus tetapi berenergi. Benang-benang yang halus itu memiliki energi dan mampu menyentuh pada tubuh manusia. 

Ia adalah induk dari semua virus. Memang tidak bisa dihilangkan dari muka bumi karena itu adalah senjata permurnian Ilahi terhadap dunia.

Senjata Roh Ilahi.

Ia tidak bisa dimusnahkan oleh apa pun kecuali hanya dengan cahaya yang terpancar dari Ilahi. Hanya cahaya Ilahi yang bisa memusnahkannya.

Ketika benang-benangnya menyentuh tubuh, ia bisa memulihkan sekaligus menimbulkan sakit. Ia dapat pergi dengan mengeluarkan cahaya karena sifatnya bisa panas. 

Induk corona mampu membuka cakrawala berpikir pada manusia ketika menyentuh. Ia tidak bisa diusir oleh manusia kecuali melalui ritual-ritual khusus. 

Induk virus corona mampu mendatangkan berbagai jenis penyakit, baik yang hidup di dasar laut, di bawah tanah maupun di atas tanah. Ia adalah medium pemurnian. 

Virus corona tidak bisa dikalahkan oleh roh-roh alam. Yang bisa menghilangkannya hanya satu, yaitu cahaya Ilahi. 

Ia berbeda dengan antarkarana, makanya disebut virus mahkota. Virus corona akan datang dan kedatangannya berupa sinar cahaya besar dari langit. Ia berbeda dengan bintang. 

Saat pemurnian terhadap dunia, hadirnya dari dalam cahaya. Virus corona datangnya mirip seperti petir, bercahaya dan datang dari langit. Jika magma datang dari perut bumi, maka petir dan corona datang dari langit. Corona adalah induk semang dari semua virus. Ia bisa menularkan penyakitnya ke apa pun oleh dirinya sendiri. 

Cahaya Ilahi.

Lukisan ini memang mirip. Biar diketahui semua orang, seluruh diri-Nya adalah cahaya. Memang gambar ini tergantung kemampuan dari si pelukis.

Ilahi dan cahaya-Nya.

Saya tentu tidak menyebarkan agama apa pun karena gambar ini diambil dari google.

Masih banyak tulisan di dalam Kitab Suci Perjanjian Baru orang Kristen, Katolik yang perlu dijelaskan termasuk rahasia-rahasia karya Ilahi di dalamnya. 

Tetapi yang saya mau sampaikan, gambaran cahaya Ilahi itu seperti ini.

Ilahi itu bercahaya seperti sambaran petir.  Tidak bisa dipandang oleh mata telanjang karena terangnya melampaui terang matahari. Jubahnya putih seperti salju.

Pada waktu tertentu, Yang Ilahi itu memegang tongkat. Cerita tentang tongkat Musa, yah Yang Ilahi inilah yang memegangnya.

Ditulis oleh:
Melky Pantur***).
Ruteng.
Sabtu, 16 Mei 2020.


15/05/20

Sensus

Kelihatan tak berguna tetapi manfaatnya aduhai.
Sensus Wina (Kompasanda)

Daun ini jenis kompasanda, tekelan. Dalam bahasa lokal Manggarai disebut sensus wina dan sensus rona. Waktu masih kecil, kami menyebutnya Okade. Okade sebenarnya singkatan dari Operasi Komando Daerah (OKD) Militer di mana jenis sensus wina dan sensus rona dibuang oleh Tentara dari pesawat perang dengan maksud sebagai sarana pelindung agar bisa tersembunyi dari pandangan musuh jika terjadi gejolak atau beroperasi.

Sensus Rona (Tekelan)


Tidak hanya digunakan sebagai pelindung, sensus rona dan sensus wina memiliki kegunaan lain, seperti:

1). Tisu Alami.

Sifat daun tekelan yang betina (sensus wina) begitu lembut dan halus. Lazimnya digunakan sebagai tisu pembersih usai buang hajat (koser riti), tisu pembersih cairan hidung setelah bersin, tisu alami untuk membersihkan darah jika terkena luka atau tembakan, tisu pembersih kotoran telinga, dan tisu pembersih bibir dan gigi usai makan, tisu untuk membersih keringat dan tisu pembersih kotoran pada tangan usai memegang tanah atau setelah mencuci tangan dengan air.

2. Obat Luka.

Pada saat luka, maka obat yang paling bagus adalah sensus rona. Sensus rona itu yang daunnya kecil.

3). Makanan. 

Memakan daun tekelan jantan akan membuat perut menjadi kencang. Daun itu bisa menahan lapar dan menghilangkan maag. Beberapa helai daun ini kasiatnya sama dengan menelan satu piring nasi. 

4). Pembunuh Bakteri. 

Jika Tentara memakan daging mentah, maka saung sensus rona pilihan penetral dan pembunuhnya. 

5). Menghilangkan Demam.

Ketika badan terasa dingin di hutan, maka pilihan untuk bisa menghangatkan badan dari dalam harus mengunyah daun sensus rona.

6). Penghilang Perut Kembung.

Saat perut kembung, maka sensus rona pilihan terbaik.

7). Muntah dan Muntah Darah.

Jika terjadi muntah darah atau muntah, maka obat penghilang dan penetral adalah daun sensus rona ini. 

8). Menambah Tenaga dan Merangsang Otak.

Jika tenaga lemas dan otak tidak bisa berpikir, mata sayup-sayup maka makan daun ini. 

9). Penenang Tidur.

Jika kecapaian dan ingin tidur pulas, maka makanlah daun sensus rona secara mentah. 

10). Penetral dan Pembunuh Kuman di dalam Air.

Jika sungai atau mata air tercemar, maka taburkanlah kedua jenis daun ini. Taburlah pula jika ada telaga yang ada ikannya. Daun ini untuk menjernihkan kulit ikan. Ikannya akan sangat sehat.

11). Menghilangkan Bau Mulut dan Pembersih Gigi.

Sensus rona sangat bermanfaat bagi Anda untuk menghilangkan bau mulut. Selain itu, berguna untuk membersihkan gigi jika tidak membawa pepsodent  ke hutan. 

12. Menghilangkan Oleng.

Jika merasa pusing karena kurang tenaga atau sehabis menelan sopi, maka kunyalah daun sensus rona itu.

13. Obat Penyakit Kulit, Bintik.

Jika Anda mengalami penyakit kulit, sembuhkanlah dengan daun sensus rona atau ada bintik-bintik.

14. Obat Cacar Monyet.

Taruhlah daun ini di kulit yang terkena cacar.

15. Menetralkan Kerja Jantung.

16. Melancarkan Peredaran Darah.

17. Obat Kanker Hati.

18. Obat Kanker Payudara.

19. Obat Luka Bakar.

20. Obat Kurap.

21. Obat Migren.

22. Pembersih Paru-paru.

23. Mengembalikan Sel-sel yang Rusak di dalam Tubuh.

24. Penopang Utama Sel Darah Putih.

25. Obat Leukimia.

26. Menormalkan Cairan yang Tersumbat di dalam Tubuh.

27. Obat Kencing Manis.

28. Obat Diabetes.

29. Obat Jika Bayi Meminum Air Ketuban Saat Melahirkan.

30. Obat Setelah Operasi Sesar dan Ibu yang Baru Melahirkan.

Setelah melahirkan, sebaiknya dicampur dengan saung legi. Sensus rona dicampur saung legi.

(Ini yang disebut dengan saung legi dalam bahasa Manggarai, Flores)

Keterangan:

Jika untuk menghilangkan penyakit dalam, Anda sebaiknya mengunyah bersama saung lema ulas (pecut kuda) termasuk pada saat Anda lapar. Sensus rona dicampur dengan lema ulas. 

Lema ulas (pecut kuda)

Khusus untuk sensus wina, daun itu digunakan sebagai tisu saja atau untuk menjernihkan air di kali atau tong-tong. Bisa merendam daun itu selama 2 atau 3 jam, maka silakan Anda meminum airnya.


Ditulis oleh:
Melky Pantur***).
Sabtu, 16 Mei 2020.
Ruteng, Flores, NTT. 

Kecaka

Inilah yang disebut kecaka dalam bahasa Manggarai, Flores. 
Kecaka lazimnya berada di lantai 2 atau 3 yang didesain sedemikian rupa. Papan dibuat sedemikian rupa atau dilubangkan berbentuk ruit.

Dari kecaka inilah biasanya seseorang atau lebih duduk bersantai, melihat pemandangan alam sekitar dan sebagainya.
Dalam bahasa Indonesia, kecaka diartikan sebagai beranda rumah.

Waktu masih kecil, Penulis sering menonton orang-orang yang melintas di jalur Golowelu-Ruteng dari kecaka ini.

Di sini Penulis, Melky Pantur lahir, Kamis, 3 Desember 1981. Rumah ini milik Kakek Gaspar Garung dan Nenek Sobina Sidung.
Ibu yang melahirkan saya adalah anak perempuan dari mereka. Namanya, Veronika Danut.

Anda bisa membaca lirik lagu ini:

Mane Tana

Mane tana, nera wulang
Lonto hanang le kecaka
Ndurus lu'u tenang weta geong
Lako woleng tana tadang
Landing kawe mose nai
Co'o kole tau lembu nai ge
Bo nipi lonto cimping
Bo wada lonto cama
Weong nai ge
Weta momang kole ge

Mane tana, nera wulang
Lonto hanang le kecaka
Ndurus lu'u tenang weta geong
Ledong tadang sale natas
Landing kawe mose nai 
Ho'o kolek tau lembu nai me
Bo nipi lonto cimping
Bo wada lonto cama
Belot nai ge
Weta momang kolek ge

----#Terima kasih Keraeng Bona Jemarut!


09/05/20

Toko Rening Rona

Rona ne a le toko reni ro rona ne a
Ronan e a rojong kat toe toko
E..o, toe nggitu data do
Hanang hau toko reni rona ne....
Rona ne rona ne ei e go e...
Ei e hia Beta mbaru eta, hia Sisi mbaru sili
Pande rojong toe toko lontok ge....
E..o, toe nggitu data do
Hanang hau toko reni rona ne
Ei e le toko reni ro rona ne....
Ei e le toko reni ro rona ne....
Woko cai ase laing a tanjeng laing de a beti sa'i
Woko cai kat de rona rona werus kat de mbako bentul 
Pande rojong toe toko lontok ne....
E..o, toe nggitu data do
Hanang hau toko reni rona ne
Rona ne rona ne ei e go e...
Ei e, hia Nadus mbaru lau, hia Tere mbaru le...
Pande rojong toe toko lontok ne...
E..o, toe nggitu data do
Hanang hau toko reni rona ne....
Ei e le toko reni ro rona ne....
Ei e le toko reni ro rona ne....
Neka yambang rona data, ho kig aku rona de hau...
Woko cai de rona manga, na'a wa kaut de mbako kasar
Woko cai de rona werun, werus kat de mbako bentuln
Pande rojong toe toko lontok ne...
E..o, toe nggitu data do
Hanang hau toko reni rona ne....
Rona ne le toko reni rona rona ne
Ronan e a rojong kat toe toko
Ei e le toko reni ro rona ne....
Ei e le toko reni ro rona ne....
Teti lompo data do
Teti tongke hanang koen
Pande rojong toe toko lonto ne...
E..o, toe nggitu data do
Hanang hau toko reni rona ne....
Rona ne rona ne ei go e...
E...i hia Geta mbaru eta, hia Sisi mbaru sili
Pande rojong toe toko ge....
E..o, toe nggitu data do
Hanang hau toko reni rona ne....
Ei e le toko reni ro rona ne....
Ei e le toko reni ro rona ne....

Lihat: https://youtu.be/tDv-tQGOjDc