31/05/26

Doa Kebangsaan Peringatan Hari Lahirnya Pancasila 1 Juni

Doa khusus dibawakan di lingkungan pendidikan.

DOA KEBANGSAAN

Bapa ibu guru dan teman-teman terkasih. Pada saat ini, mari kita menundukkan kepala memuji kebesaran Tuhan semesta alam atas hari berahmat 1 Juni sebagai hari lahirnya Pancasila.

Marilah berdoa!

Tuhan Yang Esa dan Kuasa, Engkau telah memberi kami bangsa yang besar, bangsa yang majemuk. Kendati kami berbeda, baik suku, bahasa, agama maupun ras, Engkau memberi kami satu topang dan penyelaras, yaitu Pancasila.

Pada hari ini, kami merayakan hari lahirnya Pancasila sebagai dasar negara. Tuhan, Engkau adalah tiang tonggak bangsa kami dan Engkau telah memberikan dasar berbangsa dan bernegara kami melalui tokoh-tokoh pejuang dan pahlawan kami.

Kiranya ya Tuhan, Engkau senantiasa bersama kami. Berkatilah para pemimpin bangsa kami mulai dari pusat hingga daerah dengan mana mereka selalu mengamalkan Pancasila, melaksanakan kewajiban dengan sebaik-sebaiknya, bersikap jujur, adil dan bijaksana, mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi. 

Tuhan, berkatilah pula para guru, khususnya pendidik di sekolah ini (sebut nama sekolah). Bukalah pula cakrawala berpikir peserta didik di sekolah ini, biarlah memperoleh kecerdasan dan kemurahanMu. Doa ini kami lambungkan kepadaMu, Tuhan Sang Pencipta. Semoga Engkau mengabulkannya. Amin.


Doa khusus dibawakan di lingkungan birokrat dan pemerintahan

DOA KEBANGSAAN

Bapa ibu saudara-saudari sekalian sebangsa dan setanah air (sepropinsi, sekota madya, sekabupaten - bila dibawakan di lingkungan pemerintahan atau birokat) terkasih. Pada saat ini, mari kita menundukkan kepala memuji kebesaran Tuhan semesta alam atas hari berahmat 1 Juni sebagai hari lahirnya Pancasila.

Marilah berdoa!

Tuhan Yang Esa dan Kuasa, Engkau telah memberi kami bangsa yang besar, bangsa yang majemuk. Kendati kami berbeda, baik suku, bahasa, agama maupun ras, Engkau memberi kami satu topang dan penyelaras, yaitu Pancasila.

Pada hari ini, kami merayakan hari lahirnya Pancasila sebagai dasar negara. Tuhan, Engkau adalah tiang tonggak bangsa kami dan Engkau telah memberikan dasar berbangsa dan bernegara kami melalui tokoh-tokoh pejuang dan pahlawan kami.

Kiranya ya Tuhan, Engkau senantiasa bersama kami. Berkatilah para pemimpin bangsa kami mulai dari pusat hingga daerah dengan mana mereka selalu mengamalkan Pancasila, melaksanakan kewajiban dengan sebaik-sebaiknya, bersikap jujur, adil dan bijaksana, mengutamakan kepentingan umum di atas kepentingan pribadi. 

Tuhan, berkatilah pula para pemimpin, khususnya Presiden (Gubernur/Wali Kota/Bupati)  negeri (daerah) kami ini (sebut nama daerah). Bukalah pula cakrawala berpikir orang - orang yang berkarya di lingkungan kami, biarlah memperoleh kecerdasan dan kemurahanMu. Doa ini kami lambungkan kepadaMu, Tuhan Sang Pencipta. Semoga Engkau mengabulkannya. Amin.


Doa kebangsaan ini disusun 
oleh Melky Pantur
di Taman Pancasila Coal, 
Minggu, 31 Mei 2026.
 






30/05/26

Katekese Komuni Pertama Stasi St. Mikael Coal 2026


Katekese menjelang Komuni Pertama dari Stasi St. Mikael Coal, Minggu, 31 Mei 2026. 

Ada 28 peserta yang mengikuti katekese hari ini. Giat hari ini merupakan perwujudan dari tugas Seksi Pewartaan dari stasi terutama persiapan anak-anak menjelang sambut baru.


Para ibu-ibu yang tengah mengikuti dimaksud. Giat ini berlangsung di dalam aula Gereja Stasi Coal. 

Tampak dalam gambar anak-anak yang hendak menerima sakramen ekaristi tengah mendengar katekese/sharing kitab suci.



Salah seorang peserta perempuan tengah memperdengarkan sebuah perikop injil kepada audiens.



Giat ini hari ini adalah pendalaman Kitab Suci. Hal itu dimaksudkan agar anak-anak mengenal bacaan Kitab Suci tentang bagaimana Tuhan Yesus memanggil murid-muridNya yang pertama. Saduran Kitab Yoh 1: 35 - 42.

Untuk diketahui, Gereja Stasi ini merupakan salah satu Stasi Paroki Hati Kudus Yesus Golowelu, Keuskupan Labuan Bajo.







 

04/05/26

Suku-Suku di Desa Coal, Flores

 Suku-Suku di Coal


Suku-suku tersebut adalah Nampé Mbaru, Nawang, Ciréng, Tanggar, Ndajang, Ndoso, Rédo, Maras, Dangka, Wélak, Nua, Képé, Bung, Suka, Rahong, Wéwo, Nggorong, Léwur, Bajawa (1) dan Bajawa (2).