09/06/26

Homili

Kitab Yer 20 : 10 - 13.

20:10 Aku telah mendengar bisikan banyak orang: "Kegentaran datang dari segala jurusan! Adukanlah dia! Kita mau mengadukan dia!" Semua orang sahabat karibku mengintai apakah aku tersandung jatuh: "Barangkali ia membiarkan dirinya dibujuk, sehingga kita dapat mengalahkan dia dan dapat melakukan pembalasan kita terhadap dia!" 20:11 Tetapi TUHAN menyertai aku seperti pahlawan yang gagah, sebab itu orang-orang yang mengejar aku akan tersandung jatuh dan mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Mereka akan menjadi malu sekali, sebab mereka tidak berhasil, suatu noda yang selama-lamanya tidak terlupakan! 20:12 Ya TUHAN semesta alam, yang menguji orang benar, yang melihat batin dan hati, biarlah aku melihat pembalasan-Mu terhadap mereka, sebab kepada-Mulah kuserahkan perkaraku. 20:13 Menyanyilah untuk TUHAN, pujilah TUHAN! Sebab ia telah melepaskan nyawa orang miskin dari tangan orang-orang yang berbuat jahat.

Rm 5 : 12 -  15

5:12 Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa. 5:13 Sebab sebelum hukum Taurat ada, telah ada dosa di dunia. Tetapi dosa itu tidak diperhitungkan kalau tidak ada hukum Taurat. 5:14 Sungguhpun demikian maut telah berkuasa dari zaman Adam sampai kepada zaman Musa juga atas mereka, yang tidak berbuat dosa dengan cara yang sama seperti yang telah dibuat oleh Adam, yang adalah gambaran Dia yang akan datang. 5:15 Tetapi karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena pelanggaran satu orang semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia Allah dan karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang karena satu orang, yaitu Yesus Kristus.

Mat 10 : 26 - 33

10:26 Jadi janganlah kamu takut terhadap mereka, karena tidak ada sesuatupun yang tertutup yang tidak akan dibuka dan tidak ada sesuatupun yang tersembunyi yang tidak akan diketahui. 10:27 Apa yang Kukatakan kepadamu dalam gelap, katakanlah itu dalam terang; dan apa yang dibisikkan ke telingamu, beritakanlah itu dari atas atap rumah. 10:28 Dan janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka. 10:29 Bukankah burung pipit dijual dua ekor seduit? Namun seekorpun dari padanya tidak akan jatuh ke bumi di luar kehendak Bapamu. 10:30 Dan kamu, rambut kepalamupun terhitung semuanya. 10:31 Sebab itu janganlah kamu takut, karena kamu lebih berharga dari pada banyak burung pipit. 10:32 Setiap orang yang mengakui Aku di depan manusia, Aku juga akan mengakuinya di depan Bapa-Ku yang di sorga. 10:33 Tetapi barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, Aku juga akan menyangkalnya di depan Bapa-Ku yang di sorga."

JANGAN TAKUT KEPADA MEREKA YANG HANYA MAMPU MEMBINASAKAN TUBUH

Saudara/i terkasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus!

Hari ini kita telah mendengar sabda Tuhan melalui bacaan suci. Kitab Yeremia secara tegas mengatakan bahwa TUHAN menyertai kita seperti pahlawan yang gagah, sebab itu orang-orang yang mengejar aku akan tersandung jatuh dan mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Mereka akan menjadi malu sekali, sebab mereka tidak berhasil, suatu noda yang selama-lamanya tidak terlupakan.

Kemudian, Surat Rasul Paulus kepada umat di Roma secara tegas juga menyampaikan kepada kita bahwa sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut membinasakan kita, maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa tetapi jika karena pelanggaran satu orang semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia Allah dan karuniaNya, yang dilimpahkanNya atas semua orang karena satu orang, yaitu Yesus Kristus.

Kedua pesan di atas dipertegas pula melalui Injil Matius. Tuhan Yesus bersabda: Janganlah kamu takut kepada mereka yang dapat membunuh tubuh, tetapi yang tidak berkuasa membunuh jiwa; takutlah terutama kepada Dia yang berkuasa membinasakan baik jiwa maupun tubuh di dalam neraka.

Saudara/i seiman dalam Tuhan Yesus Kristus!

Kerap dalam keseharian, kita lupa akan Tuhan. Lupa yah mungkin dengan pelbagai alasan. Ketika kita berada dalam kesukaan, serba ada, pikiran kita menyatu dengan hal-hal duniawi: Di mana hartamu berada di situ pula hatimu berada (Mat 6:21). Artinya, kita kemudian lupa pada Tuhan. 

Hal yang paling menyentuh dengan fakta-fakta keseharian kita, yah pada saat kita terjerembab dalam perjudian seperti main slot. Energi kita terkuras di sana. Banyak kejadian dalam rumah tangga di mana keretakkan karena terseret judi slot. Kita keenakan memperoleh uang dengan cara yang cepat saji, spontan. Ketika orang lain bertanya: Mengapa engkau bermain slot dan apakah engkau tidak mau mengakhirinya? Apa jawab mereka: Sure (suka repot) dan bukan kau punya uang. Minggir sana loe. Kalau tidak ada doi, yah pergi sana. Tetapi ketika kita sudah kalah, rekening mulai terkuras, tanah dijual, rumah digadai, yah segalanya habis bahkan broken home, klimaksnya mengakhiri hayat di kandung badan alias bunuh diri. Yah, sia-sia. Kita melupakan Tuhan. 

Tindakan lain sebagai aktus konkrit dari melupakan Tuhan ketika kita mulai bermegah. Yah, memegahkan diri. Karena harta yang berkelimpahan, kemegahan mulai mencuat ke permukaan. Congkak dan sombong tumbuh dan menjalar tidak karuan. Tuhan kemudian bersabda: Apa gunanya seseorang memperoleh seluruh dunia tetapi ia kehilangan nyawanya? Karena apakah yang dapat diberikannya sebagai ganti nyawanya? (Mark 8 : 36 - 37). Bila sudah ketiadaan nyawa untuk apa perjuangan hidup sebelumnya?

Saudara/i yang Dicintai Tuhan!

Sebagai pengikut Kristus, kita tentu perlu menjauhkan diri dari hal-hal yang tidak berkenan kepada Tuhan. Melalui 10 perintah Allah, Musa mengingatkan orang Israel agar jangan melakukan hal-hal yang dilarang. Di gunung Sinai, decalog ditawarkan kepada umat Israel. Itu adalah hukum yang harus ditaati. Tuhan memberikan pilihan yang baik. Itu karena umat Israel menyembah baal atau ilah lain yang terbuat dari patung emas. Tuhan marah dan kemudian menertibkan perintah kudus melalui Musa untuk umat Israel yang mulai melenceng dari kebaikan.

Umat telah berbuat dosa bahkan sejak Adam. Sebagaimana tertulis dalam Kitab Yeremia di mana karena dosanya yang dilakukan di Taman Eden, semua orang kemudian jatuh dalam jurang yang sama tetapi dengan penebusan Tuhan Yesus di salib, semua dosa umat ditebusNya. Tuhan Yesus bersabda di kayu salib: Ya Bapa, ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat (Luk 23 : 34). Melalui pengorbanan salibNya, dosa-dosa kita pun ditebusNya.

Saudara/i yang dikasihi Bapa Surgawi!

Injil Matius menampilkan kepada kita untuk hanya takut kepada Dia yang mampu membinasakan jiwa dan raga. Agar terhindar dari segala gangguan, kita bertonggak padaNya. Kita tidak hanya sekedar berkata-kata tetapi perlu melaksanakannya. Tentu dasarnya adalah kita tidak boleh mengikuti kemegahan orang lain tetapi hidup apa adanya. Jangan tentu memaksa kehendak Tuhan mengikuti kehendak kita. Bila orang lain berada dalam kemewahan kita jangan mengikuti mereka. Hal-hal itu perlu dihindari. 

Tentu kita tidak hanya tidur-tidur saja atau bersantai-santai atau menanti rahmat Tuhan seperti menanti puncak Poco Kuwus bermenara salju- seperti judi online (kupon putih), hanya dengan tebak mimpi triliunan rupiah bertumpukan di tempat tidur kita. Surat Rasul Paulus kepada umat di Tesalonika (2 Tesalonika 3:10) berkata begini: Barangsiapa tidak bekerja janganlah ia makan karena itu kita dituntut untuk bekerja bukan hanya berkhayal dan makan saja dan segala keperluan datang dengan sendirinya.

Yang lebih penting pula sebagaimana disabdakan Tuhan Yesus kepada kita: Carilah dahulu kerajaan Allah, maka segala sesuatu akan ditambahkan kepadaMu. Apa itu kerajaan Allah? Kerajaan Allah adalah buah-buah Roh. Yah, kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri.

Dalam keetikaan itu, kita tentu perlu melaksanakan etika kewajiban sekaligus keutamaan. Apa kewajiban kita dan apa-apa saja hal yang kita kita harus taati? Keutamaan kita adalah TAAT PADA ALLAH yang mengendalikan semuanya. Karena itu, buah-buah Roh atau kerajaan Allah itu harus tinggal di dalam hati kita saban saat.

Semoga!!!

Disusun oleh Melky Pantur. 
Rabu, 10 Juni 2026 di Taman Pancasila Coal.








Tidak ada komentar:

Posting Komentar