Kitab Yer 20 : 10 - 13.
20:10 Aku telah mendengar bisikan banyak orang: "Kegentaran datang dari segala jurusan! Adukanlah dia! Kita mau mengadukan dia!" Semua orang sahabat karibku mengintai apakah aku tersandung jatuh: "Barangkali ia membiarkan dirinya dibujuk, sehingga kita dapat mengalahkan dia dan dapat melakukan pembalasan kita terhadap dia!" 20:11 Tetapi TUHAN menyertai aku seperti pahlawan yang gagah, sebab itu orang-orang yang mengejar aku akan tersandung jatuh dan mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Mereka akan menjadi malu sekali, sebab mereka tidak berhasil, suatu noda yang selama-lamanya tidak terlupakan! 20:12 Ya TUHAN semesta alam, yang menguji orang benar, yang melihat batin dan hati, biarlah aku melihat pembalasan-Mu terhadap mereka, sebab kepada-Mulah kuserahkan perkaraku. 20:13 Menyanyilah untuk TUHAN, pujilah TUHAN! Sebab ia telah melepaskan nyawa orang miskin dari tangan orang-orang yang berbuat jahat.
5:12 Sebab itu, sama seperti dosa telah masuk ke dalam dunia oleh satu orang, dan oleh dosa itu juga maut, demikianlah maut itu telah menjalar kepada semua orang, karena semua orang telah berbuat dosa. 5:13 Sebab sebelum hukum Taurat ada, telah ada dosa di dunia. Tetapi dosa itu tidak diperhitungkan kalau tidak ada hukum Taurat. 5:14 Sungguhpun demikian maut telah berkuasa dari zaman Adam sampai kepada zaman Musa juga atas mereka, yang tidak berbuat dosa dengan cara yang sama seperti yang telah dibuat oleh Adam, yang adalah gambaran Dia yang akan datang. 5:15 Tetapi karunia Allah tidaklah sama dengan pelanggaran Adam. Sebab, jika karena pelanggaran satu orang semua orang telah jatuh di dalam kuasa maut, jauh lebih besar lagi kasih karunia Allah dan karunia-Nya, yang dilimpahkan-Nya atas semua orang karena satu orang, yaitu Yesus Kristus.
Saudara/i terkasih dalam Tuhan kita Yesus Kristus!
Hari ini kita telah mendengar sabda Tuhan melalui bacaan suci. Kitab Yeremia secara tegas mengatakan bahwa TUHAN menyertai kita seperti pahlawan yang gagah, sebab itu orang-orang yang mengejar aku akan tersandung jatuh dan mereka tidak dapat berbuat apa-apa. Mereka akan menjadi malu sekali, sebab mereka tidak berhasil, suatu noda yang selama-lamanya tidak terlupakan.
Saudara/i yang Dicintai Tuhan!
Sebagai pengikut Kristus, kita tentu perlu menjauhkan diri dari hal-hal yang tidak berkenan kepada Tuhan. Melalui 10 perintah Allah, Musa mengingatkan orang Israel agar jangan melakukan hal-hal yang dilarang. Di gunung Sinai, decalog ditawarkan kepada umat Israel. Itu adalah hukum yang harus ditaati. Tuhan memberikan pilihan yang baik. Itu karena umat Israel menyembah baal atau ilah lain yang terbuat dari patung emas. Tuhan marah dan kemudian menertibkan perintah kudus melalui Musa untuk umat Israel yang mulai melenceng dari kebaikan.
Umat telah berbuat dosa bahkan sejak Adam. Sebagaimana tertulis dalam Kitab Yeremia di mana karena dosanya yang dilakukan di Taman Eden, semua orang kemudian jatuh dalam jurang yang sama tetapi dengan penebusan Tuhan Yesus di salib, semua dosa umat ditebusNya. Tuhan Yesus bersabda di kayu salib: Ya Bapa, ampunilah mereka sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat (Luk 23 : 34). Melalui pengorbanan salibNya, dosa-dosa kita pun ditebusNya.
Saudara/i yang dikasihi Bapa Surgawi!
Injil Matius menampilkan kepada kita untuk hanya takut kepada Dia yang mampu membinasakan jiwa dan raga. Agar terhindar dari segala gangguan, kita bertonggak padaNya. Kita tidak hanya sekedar berkata-kata tetapi perlu melaksanakannya. Tentu dasarnya adalah kita tidak boleh mengikuti kemegahan orang lain tetapi hidup apa adanya. Jangan tentu memaksa kehendak Tuhan mengikuti kehendak kita. Bila orang lain berada dalam kemewahan kita jangan mengikuti mereka. Hal-hal itu perlu dihindari.
Tentu kita tidak hanya tidur-tidur saja atau bersantai-santai atau menanti rahmat Tuhan seperti menanti puncak Poco Kuwus bermenara salju- seperti judi online (kupon putih), hanya dengan tebak mimpi triliunan rupiah bertumpukan di tempat tidur kita. Surat Rasul Paulus kepada umat di Tesalonika (2 Tesalonika 3:10) berkata begini: Barangsiapa tidak bekerja janganlah ia makan karena itu kita dituntut untuk bekerja bukan hanya berkhayal dan makan saja dan segala keperluan datang dengan sendirinya.
Yang lebih penting pula sebagaimana disabdakan Tuhan Yesus kepada kita: Carilah dahulu kerajaan Allah, maka segala sesuatu akan ditambahkan kepadaMu. Apa itu kerajaan Allah? Kerajaan Allah adalah buah-buah Roh. Yah, kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri.
Dalam keetikaan itu, kita tentu perlu melaksanakan etika kewajiban sekaligus keutamaan. Apa kewajiban kita dan apa-apa saja hal yang kita kita harus taati? Keutamaan kita adalah TAAT PADA ALLAH yang mengendalikan semuanya. Karena itu, buah-buah Roh atau kerajaan Allah itu harus tinggal di dalam hati kita saban saat.
Semoga!!!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar