03/10/18

Ini Jalan ke Coal yang Buruk 2018.


Inilah potret jalan menuju ke Porong Tedeng, Ntalung, Coal, Sama, Lewur hingga ke Lewat di Kecamatan Kuwus, Kabupaten Manggarai Barat, Flores, Provinsi Nusa Tenggara Timur, Indonesia. Foto diabadikan oleh Melky Pantur***, Selasa (3/10/2018). Ini tepatnya di Kampung Ntalung. Pemkab Manggarai Barat mesti segera memperhatikannya. 

Ini kondisi jalan di Ntalung


Ini di Porong Tedeng














Ini kondisi di Golowelu











Beginilah kondisi badan jalan tersebut sejak dibuatnya. Hingga belum ada tanda-tanda perbaikan. Entah mengapa Pemkab Manggarai Barat tidak memperbaiki jalan tersebut. Sedih!!!




29/09/18

Marsel A Hang?

Kisah di bawah sebuah cerita di dunia anta beranta, kisah bagaimana rezeki diperoleh manakala ada proses komunikasi yang baik.

Simak ceritanya....!!!

Ditulis oleh: Melky Pantur***),
Ruteng.
Sabtu, 29 September 2018.

[Kata hang atau diterjemahkan sebagai makanan tersebut berasal dari negeri ini dalam bukan dunia anta beranta]

Konon di sebuah Dusun terpencil hiduplah sepasang suami-isteri. Suami-isteri tersebut sudah 80 tahun hidup bersama namun belum dikarunia anak. Pada suatu ketika, wanita yang memiliki nama Mar tersebut berdoa kepada Yang Kuasa agar diberi karunia seorang anak laki-laki. Doanya kemudian dikabulkan, wanita itu pun mengandung meski suaminya amat menyangsikan doa dari isterinya itu.

Wanita itu lalu mengidam. Ngidamnya itu terbilang aneh karena mau memakan daging lidah buaya berwarna merah, bertanduk seperti banten. Mar kemudian memberitahu suaminya. Suaminya yang bernama Sel tersebut kebingungan karena buaya berwarna merah bertanduk seperti banten tersebut hanya ada dalam dunia angan-angan. 

Tibalah saat yang tepat mau melahirkan, ngidam tersebut tidak dipuaskan oleh si Sel. Setelah menghitung hari dan bulan berhentinya haid, Mar menyuruh suaminya mencarikan wanita ahli bersalin yang berpengalaman. 

Wanita ahli bersalin tersebut datang ke gubuk Mar. Ia melihat dari luar, bayi di dalam rahim tersebut melototinya dengan tajam dan bengis. Melihat itu wanita ahli bersalin yang bernama Areng tersebut meminta maaf, ia mengaku dirinya tidak sanggup sembari berkata: "Sel, saya tidak sanggup membantu kalian karena bayi di dalam kandungan Mar begitu bengis dan kejam!". Sel lalu membalas: "Ah, masa bayi langsung nakal padahal usia kandungan isteriku baru 6 bulan. Ibu pasti berhalusinasi!". Areng lalu berkata: "Aku berkata benar! Hanya saja, selama ini apakah Mar memenuhi permintaan ngidammu dan apa ngidammu itu?". Sel menjawab: "Dia mengindam memakan lidah daging buaya bertanduk seperti banten, buaya itu harus berwarna merah!". Mendengar itu, si Areng langsung pamit mau pulang. Si Mar kemudian memanggil si Areng, panggilnya: "Tolong bantu kami!".  Lalu, si Areng berkata: "Anak di kandunganmu itu jika lahir akan menyusahkan banyak orang dan kelak akan menjadi sumber perusak dunia". 

Si Mar menjatuhkan air mata meminta belas kasihan dari si Areng karena mereka berdua mengetahui, si Areng adalah wanita tersohor, di tangannya tak seiota pun kegagalan melayani perempuan tengah bersalin. Baru kali ini, ia ketakutan dan tidak mau membantu karena takut disalahkan. 

Si Mar terus membujuk, sementara si Sel mulai stress atas pengakuan si Areng. Si Sel pun meminta bantuan agar dibantu. Kata si Areng: "Kamu baru mengandung 6 bulan, lagi 3 bulan puteramu lahir!". 

Namun si Mar merasa nyeri di rahimnya, ia ingin melahirkan saja. Si Mar terus meminta tolong. Si Areng menyuruh suaminya tidak ke mana-mana. Si Areng kemudian berkata: " Bayi di dalam rahimmu mau melahirkan!". Si Sel bertambah kaget! 

Setelah 4 jam kira-kira merintih, putera si Sel dan Mar pun lahir. Ia lahir prematur namun gigi seri dan taringnya sudah bertumbuh. Ia pun sudah bisa berbicara halnya anak remaja. "Ah, ini anak aneh. Rupanya nanti dia sangat nakal, kepala batu dan keras kepala, suka menang sendiri dan sulit dipercaya!", ucap si Areng. Mar dan Sel hanya diam tepekur. 

Bayi itu lalu meminta makanan, ia memintanya dalam bahasa asing. Si Areng heran dan berkata: "Mar, Sel a hang?". Suami-isteri itu heran karena menyebut hang (nasi) sementara mereka tidak tahu apa itu hang.

Si Sel mendekati si Areng. Areng berkata: "Apakah kalian menyimpan hang?". "Ibu lapar, biar saya ambil?", jawab si Sel. "Bukan, anak ini mau makan!". Semakin bingung si Mar dan Sel karena mereka telah menyiapkan madu untuk buah hati mereka. "Anak ini bilang, hang. Hang artinya makanan, dia mau makan mungkin lapar!," jelas Areng. "Itu bahasa apa?," kata Sel. "Itu bahasa suatu daerah asing, artinya makanan!," jelas si Areng. "Ah, masa bayi meminta makanan keras?," heran si Mar. 'Iya, maksudnya dia sekarang mau makanan. Coba dikasih mimi!", jelas Areng.

Anak itupun tidak mau menghisap ASI, ia marah  dan menampar si Areng. Si Areng meminta si Sel segera dibuatkan bubur bercampur madu. Si Sel menyanggupi. Setelah diberikan, anak lelaki itu bangun lalu membanting meja dan gelas kemudian menghancurkan bubur bercampur madu tersebut di piring. Lalu menggerutu: "Aku ngoeng inung sopi pareng latung ngoel onen nakeng motang tapa - aku mau minum sopi dicampur jagung bakar muda dan daging babi hutan bakar!". "Ha ha, kau masih balita, masakan meminta minum sopi? Ah, ini anak nakal. Kau masih kecil telur!," kata si Areng sembari tertawa terbahak-bahak.

Mendengar itu, si Mar langsung hilang rasa sakitnya dan seperti menjadi seorang gadis. Seluruh tubuhnya normal, seperti sebuah keajaiban. Ia kemudian tertawa minta ampun karena tidak tahan lucunya begitupun si Sel. Si Sel dan Mar merasa aneh sekali dengan permintaan putera mereka. 

Anak yang belum diberi nama tersebut pun langsung tertawa pula karena senang melihat kedua orang tuanya tertawa. Anak itu berkata: "Karena kamu tidak menyiapkannya, maka gigiku kucabut dan biarkan aku meminum ASI saja!". 

Giginya pun dicopotnya. Iapun menetek di Mar untuk mendapat ASI, sedangkan bubur bercampur madu tersebut dimakan oleh si Mar. Kemudian, Si Areng menawarkan kepada si Mar dan Sel untuk memberi nama kepada anak itu. Dia berkata: "Saya menganjurkan nama anak ini A Hang!". Ayahnya Sel menambahkan dan berkata: "Anak ini harus ditambah nama mamanya dan saya sehingga menjadi Selmar A Hang!". Si Mar menolak dan berkomentar: "Namanya harus Marsel A Hang saja!". Tanpa teleng aling-aling, si Sel mengamini.

30 tahun kemudian......

Si Marsel A Hang tersebut lalu menjadi anak yang kuat. Ia senantiasa terdepan kalau bermain bola, melakukan aksi melawan Kepala Adat Kampungnya, bahkan senang memberontak di kampung sebelah. Ia selalu mengajak teman sejawatnya untuk merusak rumah-rumah penduduk bila permintaannya tidak diamini.

Leluk demikian nama Kepala Kampung mereka meski hanya sebuah Dusun namun Dusun tersebut sudah berkembang sehingga menjadi Kampung Adat yang besar. Pak Leluk terpilih karena cukup bagus menata kesosialbersamaan. Pak Leluk orang yang terpandang. 

Suatu ketika, si Marsel ini pergi diam-diam untuk meminta agar jatah bidang tanah bagiannya harus sesuai keinginannya. Ia datang ke Pak Leluk, lalu berbisik: "Bapak, tolong berikan saya beberapa bidang tanah yang besar-besar!". Pak Leluk, tidak menyanggupi karena ayahnya Sellah yang berhak dibagi, sedangkan dia masih muda. "Marsel, kamu masih muda tak pantas diberi jatah. Aturan di kampung kita, bagi yang masih muda tidak boleh diberikan jatah kecuali kau sudah berkeluarga!," ungkap Pak Leluk.

Marsel langsung balik dan pergi ke tempat pemandian khusus untuk para gadis. Ia ke pancuran mata air, menarik tangan gadis yang tengah mandi memakai sarung, dibujuknya paksa lalu ditidurinya. Gadis itu menjerit kesakitan karena Marsel main paksa. Tanpa dibawa terlebih dahulu ke orang tua gadis itu, ia langsung membawanya ke Pak Leluk. Pak Leluk kaget, ia membawa seorang gadis kepadanya sementara gadis itu masih bersarung basah kuyup. Si Marsel pun berkelit, dia mengaku itu isterinya. Gadis itu masih menggigil dan merasa kesakitan pada kegadisannya. 

Marsel kemudian memaksa Pak Leluk untuk mendapat jatah bidang tanah karena dia telah memenuhi kewajiban dan menuntut haknya. Pak Leluk tentu menolak karena seseorang dikatakan beristeri harus pernah hidup bersama bukan membawa perempuan yang tengah mandi. Si Marsel lalu medongkol dan berkomentar: "Pak Leluk itu buta hukum. Di depan Bapak sudah ada isteri saya!". Pak Leluk, lalu membalas: "Kau Marsel A Hang terganteng, pulang dulu beritahu ayahmu dan orang tua dari gadis ini". Marsel bersikeras dan mengancam: "Jika tidak dilayani, maka aku melucuti pakaian perempuan ini dan melaporkan Bapak ke Komisi Penata Keluarga (KPK) karena telah mengapa-apakan dia!". 

Saat si Marsel tengah berkata demikian, ada warga kampung lain yang datang ke rumah Pak Leluk hanya untuk sekedar bertamu. Orang-orang itu mendengar dan melihat langsung. Lalu mereka bersidang dan memutuskan sekalipun si Marsel menjadikan gadis itu sebagai isteri, berdasarkan rapat dewan adat, Marsel didenda dengan bidang-bidang yang merupakan bagiannya akan diberikan setelah ayah si gadis itu datang terlebih dahulu ke Pak Leluk dengan persyaratan si Marsel tidak boleh berbuat ulah lagi.

Putusan itu final, Marsel menyanggupi. Demi menyayangi gadis pujaan hatinya, ia mematuhi semua aturan. Marsel kemudian berhak mendapat jatahnya sebagaimana diatur dalam Peraturan Kampung Dewan Adat (Pakadea).

Sekian ceritanya!

26/09/18

Arti Tanda Tangan dari Melky Pantur.

Nama adalah tanda (nomen est omen), demikian tanda tangan atau paraf adalah tanda. Karena itu, saya berusaha menjelaskan apa sebenarnya maksud dari tanda tangan saya di bawah ini ketika dianalisis. Lazimnya, awal mula tanda tangan tanpa dipikirkan tetapi lahir dari gerak refleks ketika seseorang bisa menulis. Kurang lebih demikian.

Simak penjelasan berikut:

Ditulis oleh: 
Ruteng.
Kamis (27/9/2018).



Tanda tangan saya adalah sebuah tulisan nama. Nama itu adalah Melkior Pantur. Coba lihat abjad M dan P. M di depan lalu P di belakang menjadi MeLKioR PAntuR.


Berikut penjelasannya....

Saya lahir di Sampar, Kamis, 3 Desember 1981. Zodiak Sagittarius.

Pada waktu saya kecil saya memulai memaraf dengan huruf besar H lalu diikuti dengan m kecil dan diakhiri dengan t kecil. H besar artinya hidup, m adalah nama panggilan kecilku mili dan t kecil adalah simbol pagar, sebuah pemagaran terhadap sesuatu bahwa saya harus menutup semua pengaruh jahat dari belakang dan depan. Di situ artinya mengunci.

Kemudian.....

Dalam perkembangannya, huruf G besar ditambah kemudian. Saya ingat akan seorang Kakek bernama Gaspar Garung. Ditambahlah di depannya G. Selanjutnya, saya mulai menganalisis t kecil sebagai pagar adalah nama ayahku Theodorus Tamat, sedangkan H besar adalah nama Pamanku, Herman Kiot. Lalu, m kecil seperti lilitan kumparan yang merupakan namaku mili, lihat saja di atas ada titik titik. Dan saya pun menganalisis nama mili yang ternyata merupakan arti dari me (saya) dan lee (berteduh). Jadinya, saya berteduh. Sebenarnya nama asli saya bukan Mili tetapi orang di kampung Coal dan Sampar memanggilku sebagai Mili saja, sedangkan nama asliku Melkior Pantur.

Jadilah, tanda tangah saya berarti G, H, m dan t. Artinya, Gaspar, Herman, Mili dan Tamat. Saya melihat ketiga pribadi tersebut adalah sosok pria yang pernah dekat dengan saya makanya saya berteduh, berlindung di tengah mereka bertiga.

Selanjutnya.....

Dalam perkembangan lanjutan, huruf H ketika ditambah dengan G membentuk huruf M, N, A, V, J, K, D, L, f, x dan Z. Huruf bagian tengahnya berupa m, i, w, S, b, u. Huruf bagian belakang t, y, P, R, B, D, b. Bagian atas C, e, n, o. Simbol: ∆ , ^, /, @.

Jika menurut alphabet, maka akan menjadi: A, b-B, C, D, e, f, G, H, i-I, J, K, L, m-N, o, P, R, S, T, u, V, w, X, y, Z. Dari abjab A - Z ada semua.

Orang tua

Saya lahir dari Veronika Danut dan Theodorus Tamat. Lihat di situ ada VD dan TT. Abjad di kedua nama orang tuaku pun adalah kumpulan dari abjad di paraf.

Kakek dan Nenek

Dalam paraf tersebut terdapat nama Yakobus Antan dan Regina Nganul. Terdapat pula Gaspar Garung dan Sobina Sidung.

Nama Puteraku

Coba lihat nama A dan V besar di depannya, terlihat jelas sekali. A dan V besar tersebut adalah nama kedua puteraku (A) Arnoldus Sanpepi Juang Pantur sedangkan V adalah nama putera keduaku Vinsensan (V) Jovialen Perki Pantur. Lalu, nama mereka berdua terbentuk atas abjad ASJP dan VJPP. Kedua nama puteraku pun tercantun dalam tanda tangan di atas. Lalu, ada huruf O G P (Oktovian Gening Pantur). Okto putera ketigaku. 

Isteri

Di situ terdapat sebuah tulisan R besar dan w kecil sehingga membentuk Rw adalah nama dari isteri Regina Wangung. Nama isteriku juga tercantum dalam paraf tersebut.

Saudari

Tak pelak, tanda tangan tersebut pun mencakup nama saudariku Yovitas Setia (yS) dan Floriana Sinar (fS). Sedangkan, nama saya terlihat seperti MmP.

Gabungan dalan simbol sebutan ketuhanan:

Versi Bahasa Indonesianya

AB  (Allah Bapa)
Ay (Allah Yesus)
MB (Maria Bunda)
yP (Yohanes Pembaptis, Yesus Pencipta)
MD (Manusia Dewa)
PD (Pencipta Dunia)
yK (Yesus Kristus)

Versi Bahasa Manggarainya

MD (Mori Dedek, Mori Dewa).
MB (Mori Bengkes)
MP (Mori Pu'un)
My (Mori Yesus)
MS (Mori Sambe)
Mt (Mori Titong)
MK (Mori Keraeng)
yMKJDC (Yesus Mori Kerang Jari Dedek Caoca)

Versi Bahasa Inggris:

C = Creator
G = God
o = Omni
P = Potent
M= Man
V = Viva

----------------
Perhatikan penjelasan di bawah ini: 


i. 

Bila tanda tangan tersebut dibalik, akan tersusun abjab berupa:

e, F, c, m, n, K, W, V, P, D, t, T, A, E

Simbolnya
#, £

ii. 

Jika tanda tangan tersebut dibalik lagi, maka akan membentuk sebuah filosofi kehidupan yang berasal dari benih. Lalu melepaskan busur panah. Sepintas terlihat angka 3 D, ketika diperhatikan mirip 3 Desember. Dan tampak jelas ada panah ke sebuah rahim yang membentuk huruf D, sedangkan di depannya huruf V. Ketika digabung adalah singkatan dari nama Ibuku Veronika Danut (VD).

Akan terbentuk abjab:

U, v, D, P, T

Lih. gambar berikut:


iii.

Kemudian, paraf tersebut membentuk sebuah kekuatan berlambang pedang yang terhunus dan kemudian membentuk huruf A. A itu adalah lambang cucu perjanjian bernama Arnoldus.

Akan membentuk abjab:

C, t, A, O

Lih. gambar:


iv. 

Hal lain ketika tombak menancap ke bawah, menyerupai benda tertancap panah.

Akan membentuk abjab:

W, G, U, o, t

Lih. gambar:


v.

Kemudian, panah ditancapkan ke atas akan membentuk sebuah parah yang berbentuk seperti ini:

Akan membentuk abjad:

t, H, w, M, V, D, k

Lih. gambar:

vi. 

Hal lain coba diperhatikan bagaimana bentuknya pedang terhunus dan sedang memanah. Simbol A sebagai pemegang pedang terhunus, menentukan kebijaksanaan.

Akan terliahat abjab:

A, t, D, o

Lih. gambar:

Simbolnya

Alfa dan Omega

vii.

Terlihat pula bila posisinya begini akan membentuk tulisan V yaitu Vinsensan. Vinsensan menghunuskan pedangnya tanda peringatan.

Dengan abjad: 

G, U, V, H, t

Simbolnya 

Zigma

viii.

Paraf ini membentuk zodiak Sagittarius. Ada pula lambang anak panah yang tengah meluncur dan sebuah busur panah yang siap meluncur sebagai simbol sari bintang, zodiak saya yaitu Sagittarius.

Lih. gambar:






Paraf tersebut pun memiliki sandi ke-12 sari bintang. Simak baik-baik!

Tulisan di atas setelah dikaji memiliki penjelasan yang mendekati kebenarannya.

Arti Tiga Titik

3 titik ... menggantikan 3 ***. Tiga ... adalah 3 *** yang merupakan kekuatan alam semesta yang merupakan representasi dari Trinitas, Trimurti. Dalam Bahasa Manggarai dirumuskan Telu Leleng Ca Nggeluk Keta. Brahma, Visnu dan Shiva. Hal itupun merupakan representasi dari Bapa, Putera dan Roh Kudus. *** adalah tiga kekuatan yang satu yang melambangkan kekuatan seluruh alam semesta.
















Melky Pantur

Profile:

[Mélkior Pantur]

Nama : Mélkior Pantur
Tempat Lahir: Sampar, Manggarai
Tanggal Lahir: 3 Desember 1981
Hari Kelahiran: Kamis
Desa Kelahiran: Pong Lalé, Kecamatan Ruteng
Alamat: Kampung Ntalung, Desa Coal, Kecamatan Kuwus.
Status: Beristeri
Agama: Katolik Roma
Pekerjaan: Swasta

Tanda Tangan: 




Pendidikan:

Sekolah Dasar Katolik (SDK) Coal, masuk 1988
Sekolah Dasar Inpres (SDI) Nggawang lulus 1994
Sekolah Lanjutan Tingkat Pertama Negeri I (SLTPN I) Kuwus tamat 1997
Sekolah Menengah Atas Katolik (SMAK) Primadona Ruteng lulus 2000
Sekolah Tinggi Keguruan dan Ilmu Pendidikan (STKIP) St. Paulus Ruteng Jurusan Pendidikan Teologi tamat 2012

Ijazah Terakhir:

Sarjana Pendidikan (S.Pd)

Perguruan Tinggi:

Wakil Pemred Majalah Kandil STKIP St. Paulus Ruteng

Menulis:
Tulisan sejarah dan budaya di blogspot dan membuat majalah budaya MEDIA INSPIRASI

Organisasi:

Ketua Bidang Pendidikan OMK Kristus Raja Mbaumuku Ruteng 2002
Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GmnI) Cabang Ruteng
Bergabung dan Mendirikan Ormas NasDem di Kabupaten Manggarai
Sempat Menjadi Pengurus Golkar Kabupaten Manggarai

Isteri:

Régina Wangung


Anak:

Arnoldus Sanpépi Juang Pantur
Vinsénsan Jovialén Pérki Pantur
Oktovian Gening Pantur





Orang Tua:

Théodorus Tamat
Véronika Danut+

Véronika Danut puteri dari pasutri Gaspar Garung dan Sobina Sidung.

Sebastiana Lahut bersuamikan Gaspar Garung di Langkas, Romana Pahul bersuamikan Lorensius Man di Nati; Hérman Kiot memperisterikan Rita Magno Ximénés dari Lospalos, Timor Leste; Véronika Danut bersuamikan Théodorus Tamat dari Coal; Wihélmina Bambung bersuamikan Agustinus Ranggut dari Satarara; dan Kristina Naut bersuamikan Pétrus Sikoturu dari Bajawa.

Kakek dan Nenek:

Ayah: Yakobus Antam dan Régina Nganul
Ibu: Gaspar Garung dan Sobina Sidung

Saudari:

Yovita Setia+
Florida Sinar

Jabatan:

Ketua LSM Lembaga Studi Budaya dan Sejarah Manggarai (LSBSM) berakta notaris, 2014. Majalah LSM Media Inspirasi, 2012 - sekarang, yang mana media ini menulis beberapa catatan kritis tentang sejarah dan budaya Manggarai 

Media Sosial:

Mélky Pantur (Facebook), @MélkyPantur (Twitter), Melky Pantur (Instagram).

Blogspot:

melky-pantur.blogspot.com
waselincor.blogspot.com
permaidikarakita.blogspot.com
jepekrenceng.blogspot.com

Youtube:

Melky Pantur

Contact Person:

+6285239134340 (WhatsApp)

Email:

melky.pr@gmail.com, melkypantur@yahoo.com, mediainspirasi2012@gmail.com, melky81pr@gmail.com

Zodiak:

Sagitarius

Warga Negara:

Indonesia, Benua Asia

Pulau:

Flores

Propinsi:

Nusa Tenggara Timur (NTT)

Kabupaten:

Manggarai Barat

Domisili:

Ruteng, Manggarai, Flores

Suka: 

Touring, menulis, bercerita dan mendengar musik terutama gregorian dan serosa

Prinsip:

Berkata jujur dan mengutarakan hal-hal penting

Pandangan Politik:

Memperkuat ekonomi terlebih dahulu kemudian ceblung dalam politik praktis

Pandangan Rohani:

Yesus Allah yang hidup dalam Trinitas

Tapak Hidup:

Kesaksian Hidupku

Silsilah:

Mengenal Lebih Dekat Mélky Pantur

Lokasi Bermain Masa Kecil:

Watu Radi di Sampar dan Watu Radi objek wisata alam yang indah.

Karya Skripsi:

Pembahasan


Tempat Kelahiran

Ini rumah di mana saya dilahirkan Ibunda, Véronika Danut, Kamis Pon, 3 Desember 1981


Silsilah

Mélkior Pantur putera dari pasangan Théodorus Tamat dan Véronika Danut.

Théodorus Tamat putera dari pasangan Yakobus Antam dan Régina Nganul.

Véronika Danut puteri dari Gaspar Garung dan Sobina Sidung.

Dari sisi Ayah dan Ibu
Susunan silsilahnya: 

Mélkior Pantur - Théodorus Tamat - Yakobus Antam - Sélé - Péléng - Wéwét.

Mélkior Pantur - Véronika Danut (perempuan) - Gaspar Garung - Rua - Repong.


Dari Sisi Kakek dan Nenek
Susunan silsilahnya:

Mélkior Pantur - Théodorus Tamat - Régina Nganul - Ndaga dan Damung

Mélkior Pantur - Véronika Danut - Sobina Sidung - Mbaka - Antal - Wanda - Suing

Silsilah  Véronika Danut
dari Sisi Sobina Sidung

Suing 

Suing memperanakkan Sangka (Keturunan Rénsi Ambang di Cumbi), Béro (keluarga Wotok), Méro (keluarga Purék), Kembang (keluarga Taga), dan Wanda (Keturunan Ranggi).

Wanda memperistrikan Iju, maka lahirlah Antal. Antal memperanakkan Calang, Mbaka dan Tangkas.

Calang memperanakkan Alfons Daha, Bertolomeus Abut, Ana Sinung, Yohanés Ngagut, Élisabéth Ngilut, Markus Akang, Bernadus Nggadu. (Lih. Yohanés Ngagut).

Kemudian, Mbaka memperisterikan Bobek melahirkan Hanis Ronco, Sobina Sidung (bersuamikan Gaspar Garung di Sampar), Kelara Ngamur (bersuami di Béo Kina), Maria Mbahung (bersuami di Téras). Hanis Ronco memperanakkan Héndrikus Sonto. Sementara, Tangkas memperanakkan Anton Pal, Pétrus Ndadut, Rius dan Matias Éro.

Sisi Ibu Véronika Danut
Sobina Sidung

Mélkior Pantur - Théodorus Tamat dan Véronika Danut - Gaspar Garung dan Sobina Sidung -  Mbaka dan Bobek - Antal - Wanda dan Iju - Suing

Sisi Ibu
Gaspar Garung

Mélkior Pantur - Théodorus Tamat dan Véronika Danut - Gaspar Garung dan Sobina Sidung -  Rua dan Bambung - Repong.  

Sisi Ayah Théodorus Tamat
Régina Nganul

Mélkior Pantur - Théodorus Tamat dan Véronika Danut - Yakobus Antan dan Régina Nganul - Ndaga dan Damung.

Sisi Ayah
Théodorus Tamat

Mélkior Pantur - Théodorus Tamat dan Véronika Danut - Yakobus Antan dan Régina Nganul - Sélé - Péléng - Wéwét.

Bagaimana sejarah keluarga dari Melky Pantur di Coal, Flores bisa klik di sini: Keturunan Empo-Wewet di Coal, Flores.