11/06/18

Bahasa Manggarai: Beberapa Arti Kata.

Ditulis oleh: Melky Pantur***),
Senin (11/6/2018).


Demet (Kole).

Coba kita perhatikan kata di atas:

Pertama, demet.

Demet
terdiri atas dua suku kata: de dan met. De artinya sebuah kepunyaannya, sedangkan met artinya suatu perkiraan. Contoh kalimat: Met hia laku ca bo - saya kira dia turut serta tadi! Nah, demet artinya sebuah kepunyaannya dari suatu perkiraan. Akan tetapi, sangat unik karena demet artinya mendorong/menolak agar terdesak (jatuh, mumpet)  - push into!

Kedua, kole.

Kole artinya pulang (back to). Tampak begitu sepadam karena kole sebenarnya adalah sebuah seruan aktivitas, yang mana kata itu terdiri dari kata dasar kol yang ditambah dengan e sebagai jawaban keiyaan. Contoh kalimat: Kol haju hio e! Tebang kayu itu! Kol e! Potong yah! Kole sama halnya suatu upaya yang keras untuk memperjuangkan hidup, sesuatu yang dimulai lagi. Kol bisa memotong keseluruhan dari pohon tersebut, bisa juga hanya ranting-rantingnya. Yang indah adalah kole/kol e bisa berarti pulang, upaya pemodalan ulang.

Ketiga, demet kole.

Ketika kedua kata ini digabung, artinya sudah pasti berarti menekan keras secara ulang, tekan lagi - lebih keras. Menjadi sinkron ketika demet kole sudah diartikan sebagai upaya mencari ulang (recovery/discovery) dari awal meski terjemahan asingnya kurang tepat. Intinya ada upaya pencarian. Lalu, demet kole berarti suatu upaya menghilangkan sesuatu sampai ke akar-akarnya. Coba perhatikan spoit tinta, ketika masih ada tinta di dalam jarum spoit dipastikan demet kole.
--------------------------------------------

Bembo.

Ketika dianalis bentuk kata ini tidak sesuai dengan artinya. Artinya lain, yah rendam sedikit, celup. Olong bembo pong lekeng - duluan dicelup sedikit baru direndam. Lah, kata bembo hampir sama dengan kata lekeng.

Pertama, bembo.

Aneh sekali kata itu karena alasannya, kata ini terdiri dari dua suku kata: bem dan bo. Bem itu sebuah bunyi dentuman keras, sedangkan bo artinya meledak - bunyi. Tapi begitu hebat orang Manggarai karena kalau bembo sesuatu ke dalam cairan menghasilkan bunyi bem dan bo. Ada ledakan bem/pleng. Celup kemudian diterjemahkan dengan bembo. Huebattt!!!

Kedua, lekeng.

Lekeng artinya merendam. Kata ini terdiri dari dua suku kata: le dan keng. Le artinya karena, sedangkan keng artinya keras - dentuman keras, kotor, kumal. Nah, karena sebuah/banyak benda tampak keras, kumal dan kotor maka harus di-lekeng. Demikian, lekeng itu adalah suatu sebab perbuatan, keadaan yang keras, kumal dan kotor.
------------------------------------

Lewe Cekoen!

Bagi orang Manggarai, ungkapan ini kerap disebut. Hanya saja terkadang salah ditempatkan. Misalnya, pada ukuran panjang, besar, dan luas. Contoh kalimat yang keliru: Lewe cekoen! Mese cekoen, Eros cekoen!

Saya menyebut kalimat ini sebagai kalimat goyang maju mundur. Mengapa?

Pertama, lewe.

Lewe artinya panjang. Tentang suatu ukuran.

Kedua, cekoen.

Kata ini terdiri dari dua suku kata ce dan koen. Ce artinya sebuah, sedangkan koen artinya itu kecil. Ketika sesuatu itu kecil lalu diambil sedikit lagi dari kecil itu, itu yang dimaksudkan dengan cekoen. Sehingga, salah ketika disebut lewe cekoen. Kalimat yang benar: Lewe tambang maram koen. Koen di situ entah beberapa centimeter karena cekoen berarti memotong dari ukuran seharusnya.

Yang benar kata ce ditambah dengan ce pagat, ce lime (gici ce lime).

Ketika orang ingin menambah nasi, mereka akan menyebut: Tambang cekoen! Ini sebenarnya keliru, yang seharusnya tambang ce bokor, ce kebor.

Yang benar kata cekoen, misalnya imus cekoen, daler cekoen, tawa cekoen, sibong cekoen. Mengapa? Karena tidak jelas arah ukuran imus, daler, tawa, sibong cekoen. Bahkan, rewit cekoen, entap cekoen, denet cekoen, asi di/de cekoen, repok cekoen dan bembo cekoen yang ukurannya tidak jelas.

Yang lebih parah adalah wokok cekoen. Sudah wokok, cekoen kole. Jadi, tidak ketemu ukurannya. Dan, kalimat yang benar: Wokok koe! Yah, bukan wokok cekoen!
------------------------------------

L' etat C'est Moi.

L' etat C'est Moi - myself am a nation/I am the State. Ini pekikan ego Raja Louis XIV dari France era abab ke-18.

Apa relasi ungkapan l'etat c'est moi dalam teks ekspresi orang Manggarai?

Pertama, l'etat.

Kata ini terdiri dari dua kata, le dan tat. Le artinya di sana, sedangkan tat adalah sebuah kata dasar yang bisa ditambah dengan dehakamenpresty (Lih. di google: dehakamenpresty). Ta artinya berjalan, tat artinya kita pergi sekarang - jamak.

Kedua, c'est.

Kata ini hampir mirip dengan arti dari: mereka sudah di sini! Yah, ce'est gah!

Kedua, moi.

Moi artinya mengemas barang dengan baik atau menaruhnya dengan sangat rapih. Moi dalam teks kata orang Manggarai.

Dengan demikian, le tat ce'est moi artinya sebelum kita bergegas ke sana harus dipersiapkan secara matang dari sini. Kalimat ini sama dengan sebelum melakukan aktivitas harus matang. Nah, unsur kemandiriakuannya sangat tinggi. Sehingga, sangat pas dengan arti sesungguhnya: Saya adalah negara! Artinya, harus berdiri tegak. Apa l'etat c'est moi orang Indonesia? Yah, Pancasila! Apa dasar hidup orang Manggarai? Yah, gendang onen lingkon pe'ang! L'etat C'est Moi mirip-mirip: gendang onen lingkon pe'ang!





Tidak ada komentar:

Posting Komentar