22/12/22
Gaspar Ganggut di Langkas
19/11/22
Katolik Itu Agama yang Hebat. Jangan Tinggalkan Katolik Awas Tersesat!!!
Agama Katolik tak lain adalah sebuah agama sintesa. Agama kesimpulan.
Dalam Katolik, ada ajaran yang paling penting yaitu tentang kasih. Dan Trinitas adalah dasar iman yang hakiki.
Yang menarik dalam Katolik bahwa Trinitas sebenarnya hidup.
Bukan hanya Trinitas yang hidup, Bunda Maria juga hidup. Mata manusia tidak dapat melihat Yang Kuasa karena manusia bersifat terbatas.
Trinitas mengatur alam semesta. Dan Allah Yesus adalah Tuhan Semesta Alam.
Soal Salib.
Salib adalah benda simbolik yang berangkat dari peristiwa penyaliban.
Apabila dikatakan, ada jin disalib itu tidak benar. Kok menyembah salib? Tidak ada manusia penyembah salib. Salib adalah simbol. Salib adalah simbol kesabaran, simbol kemenangan.
Soal Kitab Suci.
KS (Alkitab) hanyalah buku iman. Rahasia alam semesta tak bisa termuat di situ. KS mau menggambarkan sedikit tentang Yesus adalah Allah itu sendiri hanya saja manusia tidak memahami. Manusia diberi pemahaman sedikit tentang rahasia kehidupan mengingat manusia hanya citra Allah, amat terbatas. Daya pikir otak manusia pun tergantung kehendak Yang Kuasa. Siapa Yang Kuasa itu? Yah, Allah Yesus.
Tentang Allah Yesus.
Allah Yesus adalah terang. Sumber semua sumber terang. Pencipta dan pemelihara. Hampir di setiap benda yang bernafas ada Allah Yesus di dalamnya.
Yesus adalah Allah itu sendiri hanya saja sebagai Allah tidak membutuhkan persembahan manusia. Dan seluruh ujud dan doa semua makhluk termasuk yang tidak kelihatan, roh alam dan orang-orang yang menyebut ada jin meminta kekuatannya ke Allah Yesus. Allah Yesus adalah terang kehidupan, kehidupan sesungguhnya, sumber rezeki, sumber kekuatan, penentu jabatan dan kekuasaan.
Bagi orang Katolik jangan meninggalkan agama itu karena agama itu mengajarkan tentang hal yang benar.
Penyuci Persembahan.
Semua persembahan, doa, ujud, kekuatan yang dilakukan manusia beralamatkan pada Allah Yesus. Allah Yesus penyuci seluruh persembahan manusia.
Tujuan persembahan dalam ritual agama, budaya dan adat istiadat yang menyucikannya Allah Yesus.
Esa.
Allah Yesus itu esa. Memiliki banyak nama menurut bahasa. Walau memiliki banyak nama tetapi tetap satu. Allah Yesus adalah kehendak itu sendiri.
Allah Yesus esa meski esa tetapi memiliki banyak rupa dan wujud. Semua makhluk adalah wujudnya yang lain. Allah Yesus yang menciptakan itu untuk tujuan keindahan.
Banyak rupa tetapi esa itulah makanya disebut Sang Hyang.
Karena segala sesuatu adalah Allah Yesus, doa dapat mengalahkan penderitaan. Doa misalnya dalam bentuk mantra atau ujud. Melalui mantra dan ujudnya sakit dipulihkan. Ini tentu perlu dipelajari oleh manusia.
Jangan Tinggalkan Katolik.
Katolik adalah budaya-budaya dunia. Katolik adalah Hindu dan Budha. Katolik juga adalah agama-agama lain. Katolik adalah agama kesimpulan. Tetap menjalankan kekatolikan. Jangan dipengaruhi dorongan penganut agama lain. Ingat, Katolik adalah kesimpulan. Jangan meninggalkan kekatolikan.
Petir dan Cuaca.
Allah Yesus adalah pengendali petir cuaca. Pengendali alam. Pengendali semua ajian-ajian. Pengendali semua kesaktian. Pengendali mantra. Kebijaksanaan dan dinamika itu sendiri.
Hidup dan Nyata.
Tuhan Yesus itu ibarat angin. Nyata tetapi hanya dirasakan. Hidup tetapi tidak bisa dilihat dengan mata telanjang. Itu tadi, Allah Yesus adalah pengendali seluruh kesaktian dan sumber segala ajian apa pun. Allah Yesus adalah keputusan, kebenaran, jalan hidup dan arah hidup apa pun.
Kemahakuasaan.
Semua KS agama-agama di dunia tujuannya untuk Allah Yesus dan semua isi KS agama-agama tidak mengungkapkan kebenaran mutlak dari kemahakuasaan Allah Yesus. Itulah makanya disebut Allah itu misteri. Yah, Allah Yesus sangat misteri.
Minggu (20/11/2022).
12/11/22
Tour Wisata ke Iteng dan Ulumbu
30/09/22
Sejarah Awal Mula Golo Curu
Banyak kepala pasti penasaran seperti apa sejarah Golo Curu dan mengapa disebut Golo Curu? Dasar menasar karena Golo Curu adalah spot view yang indah untuk Kota Ruteng.
Wisatawan tentu bertanya, apa gerangan yang terjadi di bukit itu tempo doeloe? Jawaban singkatnya: Di sini pada zaman dulu adalah kampung tua. Lalu, apakah ada narasi sejarahnya? Di situlah kesulitan kita.
Lih. juga: Keturunan Empo Wéwét di Coal, Flores
Okelah!!!
Yah, yang namanya mengumpulkan ranting-ranting yang patah sudah barang pasti susah amat. Refrensi amat diperlukan. Menelitinya juga tentu membutuhkan waktu dan berbagai amunisi.
Arti Nama.
Daripada bertanya apa itu golo curu? Kita langsung saja membuka teksnya pelan-pelan! Golo artinya bukit, curu artinya menjemput, jemput. Dengan demikian, golo curu artinya bukit penjemputan (yah, tempat menjemput orang-orang).
Lihat juga: Malang: Nomen est Omen dan Céar Cumpé
Tetapi sabar dulu sobat! Curu tidak saja diartikan sebagai jemput. Curu dapat saja dibelah menjadi cu dan ru. Cu artinya dekat sekali, amat dekat, intim. Sedangkan, ru artinya akuku sendiri, milikku sendiri. Dengan demikian, curu artinya milikku sendiri yang begitu dekat, intim. Dalam konteks jemput, seseorang pasti dijemput tentu harus ada unsur dekat, intim di dalamnya.
Itu soal kata yah tetapi kita lanjutkan seperti apa sih cikal bakal Golo Curu itu?
Di Karot Ruteng, Flores terdapat sebuah suku namanya Suku Curu. Suku itu ber-ceki rutung. Seperti apa cikal bakal totem itu masih membutuhkan refrensi tambahan. Mengapa ceki rutung? Apakah ada hubungannya dengan kisah Wéngké Wua dan Lalo Koé?
Lihat juga: Berbagai Nama Ceki Orang Manggarai, Flores.
Suatu sumber yang enggan menyebutkan namanya, orang pertama yang mendiami Golo Curu karena diantar oleh seekor kaka mésé. Kaka mésé selalu identik dengan burung yang ukurannya besar. Yah, bisa burung elang raksasa. Kisahnya, seorang laki-laki dibawa ke bukit itu oleh kaka mésé itu. Ataukah kaka mésé itu adalah rutung (landak)?
Seiring berjalannya waktu, pria itu mengambil isteri yang berasal dari darah orang Carep (Lih. Cikal Bakal Gendang Ténda). Makanya, Carep adalah anak wina Suku Curu. Ketika keturunan mereka terus berkembang dan terjadinya némba, mereka pun kerap berpindah-pindah di sekitar Golo Curu. Lokasinya di Nggéong dekat rumah potong hewan, Bangka di Terminal Karot dan Gendang Curu.
Beberapa refrensi menyebutkan Golo Curu memiliki hubungan dengan Cibal. Apa benar?
Perang Todo vs Cibal.
Dalam beberapa catatan lepas, Golo Curu pernah dijadikan sebagai bukit pengikat bendera pada masa lampau. Pada saat perang Cibal, simbol kemenangan adalah menaikkan bendera. Golo Curu adalah tempatnya.
Ranggi dijadikan sebagai lokasi pertemuan sekaligus tempat diikatnya peralatan perang. Usai pulang perang, prajurit biasanya singgah di Golo Curu. Kemudian bendera yang dinaikkan mirip bendera Majapahit berbentuk kerucut. Intinya, Golo Curu adalah kampung tua.
Lihat juga: Torok Molor Kamping Wowo
Menurut Keraéng Yancé Janggat, Golo Curu milik Lopo Runggut. Lopo Runggut ini Kakek dari Mgr. Éduardus Sangsum, SVD, Uskup Ruteng - sebuah datum tambahan). Isteri dari Lopo Runggut adalah Lopo Pié yang merupakan darah orang Pongkor.
Catatan:
👇👇👇
Masih membutuhkan refrensi tambahan untuk membahas soal sejarah Golo Curu. Untuk informasi tambahan silakan dimasukkan ke kolom komentar dari blog ini.
Sabtu (1/10/2022).
Melky Pantur
Suku Rato dan Ceki Paké Ngkék Lénta
Yérémias Aron, Selasa (27/9/2022) mengatakan Suku Rato bertotem paké ngkék lénta (putih gelap). Di Todo ada Niang Rato.
Empo Karpitang berasal dari Kolé. Karpitang kemudian mengawini perempuan asal Suku Ndajang dari Pong Licé bernama Riang Molas Licé. Dalam catatan kecil Karpitang ini ada hubungannya dengan Kasong, Ndoso. Tampaknya bergegas dari Kasong.
Lih. juga: Keturunan Empo Wéwét di Coal, Flores.
Karena kawin dengan Riang Molas Licé sebagai cikal bakal nama Pong Licé. Pong Licé berada di dekat Ndajang (suku dari Ferdinandus Pantas). Pemilik gendang Ndajang dari Pong Licé. Pemilik Pong Licé bukan orang Ndajang karena Pong Licé adalah jurang. Orang Ndajang ber-ceki kula.
Tanda Alam.
Ada yang unik di Pong Licé. Jika ada batu yang jatuh sendiri, maka ada gatang-nya. Apabila yang jatuh batu kecil berarti itu anak kecil atau pemuda dan manakala yang jatuh batu besar maka itu orang tua. Gatang maksudnya tanda kematian.
Di Rato hanya ada satu suku, yaitu Suku Rato. Di Ndajang pun demikian yaitu hanya satu suku yaitu Suku Ndajang.
Mirip.
Cerita gatang di Pong Licé tampak tidak berbeda alias semirip dengan cerita watu cumpé di Cibal.
Lih. juga: Sejarah Awal Mula Golo Curu
Soal Ceki Paké.
Cerita Suku Rato yang menyinggung soal ceki paké ngkék tampak ada hubungannya dengan sejarah Empo Sasak di Kasong yang kemudian ke Ndori dan Coal. Empo Sasak memang juga ber-ceki paku mendung.
Di Welu, Kecamatan Ndoso dekat Raka, ada warga yang juga bertotem paku mendung. Hal mana juga terdapat di Golo Borong, Cibal Timur termasuk keturunan dari Maksimus Gandur.
Yérémias Aron tidak menggambarkan secara detail seperti apa sejarah cikal bakal Suku Rato bertotem paké ngkék itu - butuh refrensi tambahan di sini).
Informasi Tambahan:
Suku Rato berada di Kecamatan Satar Mésé Utara, Kabupaten Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur.
Sosor Alo dan Ceki Acu.
Kisah ceki orang Manggarai memang bermacam-macam.
Di Ruwat, Desa Mata Waé, Kecamatan Satar Mésé Utara terdapat sebuah mata air disebut Sosor Alo.
Konon ceritanya, pada zaman lampau ada sekelompok orang yang mau meminum air. Mereka haus karena berburu. Mereka kaget karena seekor anjing terkena basah. Mereka kemudian mengikuti anjing itu lalu anjing itu menggaruk tanah dan air kemudian keluar dari dalam tanah.
Berkat kebaikan anjing itu mereka pun bernazar tidak lagi memakan daging anjing atau kemudian menjadi ceki acu. Kebanyakan orang Ruwat bertotem anjing. Orang-orang yang ber-ceki anjing seperti Keraéng Marten Don, Keraéng Edy Danggur dan banyak lagi di belahan bumi lain.
Bacaan lain:
Asal Mula Kampung Coal; Ci Pitu Empo Takang Relasinya dengan
Profil Desa Coal
Pilkades Coal berlangsung pada Kamis (29/9/2022). Ada 2 Cakades yang turut bertarung atas nama Rofinus Sidi nomor urut 1 dan Marsél Mutis nomor urut 2.



















































.jpeg)

.jpeg)