18/07/17

Serba-serbi TdF 2017.

Media Centre TdF 2017.






Para Pimpinan Daerah asyik menonton atraksi caci dan ndudundake.


Jurnalis asal Jepang ini sambangi Ruteng Pu'u.


Tarian ndudundake.


Daniel Whitehouse juarai Etape 5 TdF 2017.




14/07/17

RAES.

Raes ka'eng cama hae, reges renceng cama reme. Neka woleng wongka one, leleng para le. Ca natas labar, ce wae ka'eng, ce laca halas. Ajo wua wako, jengok lemot cenggo. Ciris wini, lars manga pagat.

Mara seruekd'eh yute, ce toras lomak tamal pangkang hae caka, nuk hae cunu, anggoms hae karong. 

Neka cecis du ndeher celi, boto rewits ali beti; neka cogangs du tompal boto roangs porat.

Neka lars yone ngampang boto calang nawa, neka ruis yagu rutit boto cuing yali suik. Cama rewa benta yenam, cama bisa pinga di'a.





12/07/17

TOUR DE POOR.

By: Melky Pantur, July, 2 th 2017.

We have known, what is the Tour de France, Tour de Flores and Tour de Bayuwangi? But we can't doing more how to make the Tour de Poor?

Of course, there were many methods who had been being done by the local government to actualize the tour de poor. Not only that but also many of the non-government organizations and civil society.

Here, many of poors need a real love especially from the governement itself. They need a donation, a real love of us. Maybe, we have assumpted that they are stupid man, don't have a brain. No, they don't want to lie the others have. They want to make theirselves afar of foolishness.

We realized that, it is not easy to do that but the government have a responsibility standard to make real the expectation. Come to village with the Berkantor di Desa program of the Manggarai Regent, East Nusa Tenggara Province, Mr. Deno Kamelus with his Vice, Mr. Victor Madur is one of method to know how the laity peoples conditions but that is not enough, they also need the jurnalist and some of Manggarai employees informations.

Tour de poor had been being done by Mr. Jokowi and Mr. Ahok some years ago in Jakarta. That is not a prestige but as a loyality, instead of a service. Many of leaders in nations who had made that but that is a form a love. And that is a reality.

The core of this writing is tour de poor. This is a model. Why? Basically, all of those employees are as agent of informations from rurals, villages and subdistricts included neighbours.  But there are many problems here. They often to make an agreement that we were being known as Musrenbang. Those plans then will be made together with Council. The Government have made Musrenbang but they will to expline those programs in front of Council. There, many of programs which have many special attentions.


In the other hand, many of employees have many personal intentions about those programs. They sometime to think about they themselves families affairs, so many of poors man are not being helped. That is to be a habitual, ugliness of thinking. Rarely, the others will be being more and more marginalized. That is a problem.

We know, there is a local Council has tree functions, i e: budgeting, controlling, and legislation. They had, have and will be being by the party. A party has a basic norm, a law. The Government then make an independent team that be taken from University but that is a loan project, accidental team. The Government have to make an independent team from others region/district as a bridge to send some of information from rural to Regent, maybe the Government can make work together with the Traditional Government. They must be picked up and optimalized. They must a netral team. That is a good solution to build a district.

10/07/17

AJO MANGGARAI.

Paras Aliansi Jurnalis Online (AJO) Manggarai di Ruteng, Flores, NTT. Gambar diambil, Sabtu (8/7/2017). Tampak dalam gambar, Pak Melky Pantur, Pak Ronald Tarsan, Pak Willy Grasias, Pak Alfan Manah dan Pak Kons Hona. 


Belum diupload Pak Jo Kenaru, Pak Ady Nembok dan Pak Marten Don. 

07/07/17

BIS OP!

Anda sekalian pasti tak asing mendengar ucapan ini : Bis bis op op!!! Lazim ujaran seperti ini dilakukan oleh para kernek yang mengurus penumpang yang hendak menaiki atau menurunkan diri dari bus atau bis di atau ke pinggir jalan.

Seorang nona cantik atau nocan bila hendak bepergian pasti suka naik bus terutama bus travel, katakanlah dari Labuan Bajo ke Coal. Nocan itu menaiki bus karena ingin menikmati alam yang indah lagian udara dingin tidak masuk. Soal urusan naik turun turun naik tugasnya kernek.

Nah, sekarang kita tahu bis op sebuah seruan penghentian. Dalam dunia Kateketik, bis op adalah seruan pewartaan agar bertobat, semacam katekeselah - yah sharing of the faith experiences.

Dalam dunia budi bahasa, bis op mirip ungkapan English, yaitu bishop. Bishop itu artinya sang gembala,  seorang Uskup. Sedangkan, dalam dunia Klerus, Uskup itu Kepala Gereja dari sebuah wilayah Keuskupan. Di dalamnya ada pelbagai Paroki yang lazim dipimpin oleh Imam Paroki, kerap disebut Pastor Paroki.

Recheck ke nocan tadi.

Nocan yang disebut sebagai penumpang mempunyai kewajiban moral yaitu membiayai perjalanan termasuk menaati semua peraturan yang diberikan oleh driver, baik menggenakan sabuk pengaman maupun tenang tidak boleh mengganggu penumpang lain di dalam kendaraan itu.

Aturan jelas, bila kendaraan belum dipastikan berhenti berdasarkan perintah sang driver melalui kernek, maka jangan dilakukan turun naik naik turun lagian awas terseret ke aspal. Nocan tadi sebelum turun harus membayar sebagai bentuk pengabdian. Itu wajib dilakukan. Penumpang sebagai responden pengujar bis op jangan seenaknya naik turun turun naik sebab bakal mencelakainya.

Lumrah, driver itu seorang Papa. Orang Italia bilang begitu yang oleh orang English menyebutnya Pope dan oleh orang Indonesia menamakannya Paus.  Oleh Kristolog, bus dipahami sebagai tubuh Gereja sebagai Tubuh Mistik Kristus. Begitu kira-kira.

Pertanyaannya, siapakah pemilik bus itu? Eskatologer menyebut pemilik bus itu adalah The Christ, God. Pemilik bus itu oleh teolog St. Thomas Aquinas memanggilnya Budi Semesta, yang oleh Bung Melky Pantur memanggilnya Roh Inti Semesta.

Kemudian, apa pertanyaan pemilik bus kepada driver? Ini pertanyaannya: Berapa jumlah penumpang yang berhasil kamu turunkan dan naikkan dengan berhasil tanpa ada yang merasa terganggu lalu dari mana dan di mana saja mereka naik turun turun naik?

Yah, sang driver sudah tahu apa kewajiban moral pengabdiannya. Driver sudah tahu apa yang harus dilakukannya. Driver akan menyerahkan jaminan naik turun dan turun naik misalnya penumpangnya semuanya nocan ke sang pemilik. Maklum bus bagus. Driver akan berkata dan bertindak jujur sebab jika tidak akan segera di-PHK oleh tuannya.

Kebaikan sang driver diperhatikan sang pemilik dengan imbalan: Ini aku serahkan sebagaian hasilku kepadamu hari ini tetapi ingat yah, jaga baik-baik nocan yang mendengar bilangan bis op itu dan pastikan mereka selamat hingga ke tempat tujuan masing-masing. Hal itu tentu berdasarkan kerjasama yang baik antara driver dan kernek.

Ucapan sang pemilik termuat dalam KHK sebagai canon dan pesan-pesan penting keselamatan disampaikannya melalui Bible.

Begini ceritanya:

Namun suatu ketika, ada seorang penumpang yah naga atau nana ganteng yang kerap disebut juga pria ganteng yang disingkat prigan menggoda nocan yang tengah berjalan umet di trotoar depan kampus kedokterannya. Apa yang terjadi? Prigan itu tanpa memperdulikan sang driver dan kernek hendak mengeluarkan dirinya dari bus dengan cara melompat mendapati bukit kembar ranum penjagaan nocan itu. Nocan itu senang karena ada prigan yang mau nekat ambisius mendapati mahkota lembah mungil yang diapiti dua lereng onggokan bukit mengapit mulus milik nocan itu.

Tindakan prigan diketahui oleh kernek. Kernek itu menutup pintu bus lalu melompat keluar mendapati relungan gua hangat sang nocan mahasiswi jurusan kedokteran itu. Kernek itu meski terjungkal dengan sedikit terluka di lututnya, ia meraip dengan sukses relungan gua hangat lembut si cantik imut aduhai itu dengan amat sempurna dan kelihatan seperti agak terlatih bak prigan sejuta tangan berpengalaman meracik bukit kembar nan kenyal dan lembut dari para nocan 14 tahun. Tanpa menyia-nyiakan senggang enak, kernek itu mengambil sari minyak zaitun milik kuntul di saku celananya, melumatnya dengan amat amat desah bak desiran angin yang diterpa gelombang maut laut yang menggelegar membahana seluruh isi semesta pada sabana si gadis wuhaiefew.

Mereka berdua telah asyik berbagi pengalaman puncak, menukik nukik lebih dalam dan semakin dalam dan dalam amat sekali.

Tindakan si kernek mendapat amarah dari para penumpang. Para penumpang yang mengantongi 'paspor' hendak ke luar negeri itu mengamuk ke kernek itu. Kernek itu tidak ambil pusing dan berkata: Cobalah kalian tetap tenang!

Coletahan yang membahak.

Salah seorang penumpang dari kampung yang persis berada bersama di dalam bus itu bersahut ganas pada kernek itu: Mereka itu pastor dan sudah saatnya ke negara mereka di roman lagian mereka itu romo! Salah seorang nenek ternyata isterinya membalas suaminya dari dek kursi paling pojok belakang: Haha...bukan pastor tetapi paspor dan bukan roman tetapi Roma. Yang lebih parah mereka bukan romo melainkan rona momang! Dasar kakek ompong loe!

Semua penumpang di dalam bus itu ketawa terbahak-bahak: Hahaha......Lalu, penumpang itu kemplein dan menyampaikan kejahatan si kernek ke driver.

Tidak hanya itu, teman mahasiswi dan mahasiswa dari mahasiswi jurusan kedokteran itu mengamuk ke kernek itu agar segera menjadikan teman gadis mereka sebagai isteri pertiduran yang sah tanpa selingkuh lagi. Teman sekampus mengadu dengan amat, namun si kernek melempar muka tak mau gubris sebab ia ingin menilep lagi doi dari penumpang bus setiap kali berlein untuk membeli pelbagai souvenir dan rumah mewah buat si nocan tindis nikmat di kamar kostnya.

Karena tidak puas, para penumpang itupun mengadu ke driver. Sang driver memutuskan kernek itu mengawini perempuan itu sepuasnya dan berhenti menjadi tukang bis op bis op lagi.

Mengamuk.

Si mahasiswi kedokteran itupun akhirnya mengamuk minta terus dijajani, baik jajan lembah eksotiknya maupun kosmetik cuwaentiq bahkan meminta untuk dibeliin apartemen yang seharga nyaris 2 miliar rupiah. Si kernek sudah tak bisa meladeni lagi karena ia bukan lagi kernek tetapi menjadi gembala kambing di pesuruhan. Hubungan persenggamaan mereka kurang karib karena si kernek hanya bisa meladeni obat prigan si nocan saja tiap kali gulita beranjak mampir ke kelopak kornea.

Kecewa.

Sang driver menyampaikan kejadian itu kepada bos besar. Bos besar bersahut: Aku sadar lama menginginkan agar kernek itu menjadi driverku namun karena kenakalannya, aku mencarikan bagimu kernek yang lain. Sahut sang driver: Siap laksanakan tuan, aku menanti hingga tiba waktunya tetapi untuk sementara taksi dipending! Bos besar pun mengamini.

Stress.

Penumpang tadi yang disebut oleh sang Kakek sebagai pastor lalu nyetress berat. Ia segera menanggalkan pakaiannya lalu melompat keluar bus itu mendapati gua berair hangat lembut halus kenyal milik nocan lain. Ditemukannya nocan itu di halte yang lagi bersiuman dengan kekasih gelapnya dan membawa lari ke kamarnya. Dilindasinya dengan messsrraaa desahhui hingga fajar menyingsing lewat berlalu. Dendamnya pun kesumat, ditikaminya kernek itu hingga seperti pengemis di terowongan di dasar samudera tanpa identitas begitu pada ziarah-ziarah berlanjut dari sang kernek. Tamatlah riwayat si kernek dari tugas bis op bis op bis op itu.


Ceritanya selesai sobat....ketawa duloehh ah!

"Hidup harus seperti bunga yang selalu ditempati pada altar yang terhormat sebab bunga itu warna-warni pakaian Roh Inti Semesta yang indah".

Ditulis oleh: Melky Pantur, Jumat (7/7/2017).

29/06/17

KAWEN LA'EN.

Ditulis oleh: Melky Pantur***, Rabu (29/6/2017).

Bagi Anda orang Manggarai, Flores akan memahami ungkapan 'kawen la'en' sebagai bahasa Anda lagipula Penulis adalah orang Manggarai asli - native laity from Manggarai. 

Jika dipahami dalam konteks bahasa Manggarai kawen la'en adalah sebuah sintaksis pencarian sebuah objek vital yang paling digemari kebanyakan kaum feminim dan merupakan suatu yang paling dinantikan kaum maskulim untuk kian diincari.

Kawen la'en adalah upaya perajutan, peracikan dorongan Roh Semesta untuk mencipta, upaya menjadi, mewujudkan citra diri dari apa yang disebut dengan entitas sosial manusia sebagai subjek yang tidak pernah merasa puas apalagi urusan intimity. Kawen la'en adalah bentuk kuriositas yang amat sangat akan ketidakrasapuasan tersebut terutama merasakan keberbedaan rasa, nikmat dan pelukan dari seseorang untuk saling melepaskan rasa saling.

Anda pasti bertanya mengapa demikian? Nah, kawen berasal dari kata kawe yang artinya mencari, looking for in English. Abjad n di belakang kawe menunjukkan nya, orang yang tengah mencari. Yah, kawen artinya tindakan seseorang yang tengah mencari. Sedangkan, la'en berasal dari kata la'e, yang kerap orang menyebutnya telo. La'e artinya penis. Abjad n di belakang kata itu artinya nya atau kepunyaan. Maka, la'en artinya penisnya.

Dengan demikian, kawen la'en artinya upaya keras dari seseorang lazimnya perempuan atau gadis untuk mendapatkan penis. Di sini sama dengan mencari jodoh. Lazim dalam mencari la'e, para gadis akan bersolek dengan berupa: bergincu, berbedak, merapikan badan, berwangi, pokoknya berdandan rapi mencari perhatian lawan mainnya. Kendati, kawen la'en kerap juga dicari oleh kaum sesama maskulin dalam hal ini homoseksual.

Namun, yang dimaksudkan Penulis di sini adalah bukan kawen la'en bahasa Manggarai, Flores melainkan kawen la'en di sini adalah bahasa Tetun yang artinya Bapa Mama. Bapa Mama berarti orang tua, parents in English. Kawen la'en di sini dalam versi Manggarai artinya Ende Ema, Ine Ame. Kawen la'en dikenal apa yang disebut dengan ucapan yang paling popular: Ame rinding mane, Ine rinding wie; Ema caka ceha, Ine likeng ciek - Ayah pelindung malam, Ibu pelindung di kala petang, Ayah penjaga rezeki, Ibu pelindung penenang.

Spontanitas kelaziman penjagaan Kawen La'en bagi buah hatinya diritualsucikan dengan acara teing hang tinu - ritual balas jasa orang tua oleh anak-anaknya meski Kawen La'en juga menggelar ritual syukuran beka agu buar naring lembak di'a de Morin Jari agu Dedek, Pu'un Caoca - upacara syukuran terima kasih kepada Pencipta atas kebaikan-Nya memberikan keturunan bagi Kawen La'en. 

Kawen La'en dalam versi budaya Manggarai dapat dimengerti sebagai pu'un kuni agu kalo - kerap disebut wura agu ceki meski sulit untuk dianalogikan bagaimana korelasi antara leluhur dan Tuhan, namun secara teleologis kulturis dapat disederhanakan lagipula pemahaman tentang pengertian Sang Pencipta versi Manggarai adalah Kawen La'en itu sendiri.




25/06/17

ALAM WISATA FLORES.

Danau Rana Mese.
Foto:Jumat (23/6/3017)

























Golo Curu.
Foto: Senin (19/6/2017).









Lodok Meler.
Foto: Senin (19/6/2017).











Villa Alam Flores.
Foto: Senin (19/6/2017).












Aimere.
Foto: Jumat (23/6/2017).







Acara Pongo.
Sabtu malam (17/6/2017).




Tuhan Yesus Sang Penyelenggara.





Juang & Poping.


Note: Ini tour bersama keluarga Atambua, Belu, NTT saat berkunjung ke Manggarai - Flores.