08/11/17

IDENTITAS SAKTI.

Sebuah identitas dikatakan sakti ketika melaksanakan kehendak Roh Kudus....silakan baca di dalam: 


IDENTITAS SAKTI.

Setiap orang mencari identitas, entahkah diperoleh dengan cara mudah ataukah sulit bergantung pada apa yang diberikan. Ada orang yang menamakan identitas sebagai panggilan. Terkadang memang identitas dipaksakan harus melekat pada pundak seperti kekuasaan, kekuatan. Identitas seperti dipaksakan membuat seseorang menjadi sakit bukannya sakti. Misalnya, seseorang suka bermain bola, berolahraga lalu dipaksakan menulis cerpen ataupun novel, yah sudah pasti orang itu pasti sakit kepala. Mengapa? Karena tidak sesuai dengan keinginannya.

Identitas sakti sebenarnya melaksankan apa yang telah menjadi hobinya, apa kiatnya, apa cita-citanya, apa pula pikirannya tanpa paksaan dan tekanan karena jika tidak terasa berat di hati bagi orang itu. Halnya menjadi pemimpin, tidak bisa berdasarkan atas paksaan orang tetapi harus atas kehendak orang bersangkutan lalu disandingkan dengan pandangan orang lain kehendak orang itu. Melaksanakan apa yang menjadi kehendak orang lain bisa celaka.

Identitas sakti sebenarnya melaksanakan perintah Roh Kudus. "Aku akan mengutus Roh Penghibur kepada kamu!". Nah, identitas seperti itu sangat mulia dan pasti terwujud. Karena itu, memang sebaiknya mendengar perintah Roh Kudus daripada mendengar perintah manusia karena perintah manusia lebih banyak berhamba pada uang bukan pada Kebenaran Sejati.

Jadi, identitas sejati nan sakti adalah melaksanakan perintah Roh Kudus.

Ditulis oleh: Melky Pantur***, Rabu (9/11/2017).

Tidak ada komentar:

Posting Komentar