11/05/19

Lagu Manggarai: Mane Tana Sale!



Mane tana sale....
Lurang lawe, tungku mane...
O...ende momang ge.....

Pa'uy leso lauy....
Pa'uy ndarut nai daku...
O...ema momang ge...

Lako pala lako pala....
Toe rantang yusang warat....
Yo Mori sembeng yanak me...

Ledong beo lako mbeot...
Rani naig'egeh limbang tacik...
Yo Mori titong yanak me...

Pa'uy leso lauy....
Pa'uy ndarut nai daku...
O...ende ema ge...

Mane tana sale....
Lurang lawe, tungku mane...
O...ende momang ge.....

Lako pala ledong tana....
Toe rantang yusang warat....
Yo Mori sembeng yanak me...

Ledong beo lako mbeot...
Rani naig'egeh limbang tacik...
Yo Mori titong yanak me...

Ruteng.
Sabtu, 11 Mei 2019.

Lihat videonya di sini:
https://youtu.be/iVARnf2CL5k



10/05/19

Dr. Ignas Jonan Saat di Ruteng


Menteri ESDM RI, Dr. Ignas Jonan saat peresmian SPBU Satu Harga Mano, Jumat, 10 Mei 2019 di Kecamatan Poco Ranaka, Kabupaten Manggarai Timur, Flores, Propinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). 




Tonton videonya di sini: youtu.be




Baca juga: youtu.be












09/05/19

Struktur Batu Bersusun di Depan Gendang Berbentuk Rosario

Ditulis oleh:
Melky Pantur***),
Ruteng. Kamis, 9 Mei 2019.

Ini bentuk Rosario

Jika Anda pernah ke Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) khususnya ke Niang Todo, Ruteng Pu'u dan Gendang Adat Mano, Anda harus memperhatikan dengan saksama susunan batu di depan rumah adat.

Perhatikan gambar berikut:

 

Foto dari udara.



Susunan batu bersusun di depan rumah adat orang Manggarai memiliki makna dan kegunaannya tersendiri. Selain memiliki makna, coba Anda perhatikan pula bagaimana bentuk rumah adat orang Manggarai serupa dengan bentuk batu bersusun di depannya. Selain itu, Niang, Gendang orang Manggarai pun berbentuk seperti Rosaria. 

Perhatikan dengan saksama gambar berikut:


Rumah adat orang Manggarai juga mirip Rosario.

Dalam Rosario, ada 5 peristiwa. 1 peristiwa ada 10 doa Salam Maria. Kemudian, dalam budaya orang Manggarai dikenal dengan filosofi lima (gendang onen lingkon pe'ang).

Kelima filosofi dasar tersebut berupa:

Mbaru bata ka'eng
Natas bate labar
Compang bate dari
Wae bate teku
Uma bate duat

Mbaru bate ka'eng
Di mana orang tinggal berbentuk rumah (mbaru) diharapkan nyaman

Natas bate labar
Alun-alun untuk bermain di mana orang-orang melempiaskan kegembiraan

Compang bate dari
Tempat di mana orang menguduskan Yang Kudus, Yang Maha Agunh. Kebutuhan rohaniah

Wae bate teku
Air sebagai sumber kehidupan

Uma bate duat
Kebun untuk memperoleh makanan. Mendapatkan makanan sebagai kebutuhan jasmaniah.

Lima peristiwa Doa Rosario sama halnya dengan wujud filosofi lima orang Manggarai.

Bagi orang Manggarai, Anda tinggal merenungkannya saja. 






Telur


Jangan Anda berpikir, kata ini merupakan sebuah benda berbentuk elips yang berasal dari bangsa unggas, binatang melata seperti ikan, komodo, kupu-kupu dan lain sebagainya yang berasal dari rahim hewan betina. Hindari pula, kata telur yang dimaksudkan di sini sebagai biji dari buah pelir seekor anjing jantan.

Lagi-lagi kukatakan tidak. Kata telur ini bukanlah sebuah benda, bukan pula sebagai zat yang bisa dimakan. Telur di sini adalah zigma, jumlah biji, jumlah buah, unit, jumlah butir, angka, sifat pebanyakan, bentuk dan ciri karakteristik dari sebuah ukuran. Dan karena itu, telur yang dimaksudkan di sini adalah jumlah benda dalam bahasa Manggarai, Flores.
Contoh kalimat: "Pisad welid le hau ruha bo e?", tanya sang Ayah kepada anaknya. Anaknya lalu menjawab: "Telur!". Jika diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia, begini: "Tadi kamu beli berapa butir telur?". Anaknya menjawab dia: "Tiga butir!".
Nah, kata telur dalam bahasa Manggarai terdiri atas dua kata: telu dan r. Telu artinya angka 3, sedangkan r artinya butir, bijih, buah, unit.

Jika angka 1, 4, 6, 9, 10 menunjukkan butir, biji dan buah di belakang angka tidak ditambah r. Sebutan angkanya: ca, sua, telu, pat, lima, enem, pitu, alo, ciok, cempulu. Yang ditambah r hanya angka 8 (alo), 7 (pitu), 2 (sua), 5 (lima) dan 3 (telu). Maka, disebut telur (3 butir) dan alor (8 biji). Selain angka 2, 3, 5, 7 dan 8, di belakangnya akan ditambah y, 'd. 2, 3, 5, 7 dan 8 juga bisa ditambah y dan 'd dan itu tergantung konteks.

Contoh kalimat: "Suar de rum, telur daku!". Artinya, kamu punya dua biji, saya punya tiga butir.

Ruteng,
4 Mei 2019.

Ceki Wujud Halalisme Orang Manggarai



Di Manggarai, Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT) masyarakat menganut cekisme (totemisme). Makanan halal dalam suku-suku tertentu.

Totem tersebut bermacam-macam, antara lain:

Tidak memakan daging anjing, kerbau, babi landak, burung pipit, tokek, tikus, ayam hutan, nepa, sejenis pohon lokal yang dinamakan ndaler, tidak memakan tanaman paku mundung, burung cemberuang, musang, katak, sejenis burung wontong, dan berbagai jenis totem lainnya.

Hal itu berlaku pada suku-suku dan keturunan tertentu saja. Lazimnya, seorang perempuan ketika mempunyai suami, ia harus mengikuti totem suaminya melalui proses ritual tertentu.

Manakala suku tertentu bertotem anjing, mereka boleh memeliharanya tetapi tidak boleh memakannya. Dampaknya ada.
Penulis belum memastikan ada suku yang tidak memakan daging babi. Tidak memakan daging babi dan daging anjing dilatarbelakangi oleh totem atau larangan tertentu.

#Jangan heran, ketika ada orang Manggarai yang menolak untuk memakan daging anjing, kerbau bahkan ayam hutan janganlah kamu terkejut karena suku mereka tidak memakannya. Halalisme orang Manggarai bukan adopsi budaya luar negeri yang tidak jelas tetapi aslinya demikian.

Ruteng.
2 Mei 2019.
Mélky Pantur

Mélky Pantur

16/04/19

Kaba

Kaba adalah sebuah sebutan bagi orang Manggarai, Flores. Lazimnya, karena bahasa Manggarai selalu ditambah dengan dehakamenpresty, maka kata kaba ditambah dehakamenpresty menjadi kabad, kabah, kabak, kabam, kaban, kabar, kabas, kaba'y. Yang tidak ditambahkan abjad p dan t, seperti kabap dan kabat. Kabap dan kabat tidak artinya kecuali kaba ta yine, kaba pe! Jadi, kabap harus ditambah e dan kabat harus ditambah a tetapi tulisannya dipisahkan kaba ta, kaba pe!

Kaba sebagai sebuah sebutan ketika menjadi kata benda, maka artinya menjadi kerbau, seekor kerbau. Kerbau bagi orang Manggarai, untuk menyebut bagaimana berbunyi akan mengeluarkan suara menjadi uak. Uak lazimnya berbunyi panjang. Uakkkkkk.....demikian kerbau berbunyi. Kaba, jika hendak kawin yang betina lazimnya ndoget, sedangkan yang jantan medak! Kerbau, jika meng-uak, kepalanya ndoget

Kata kaba, bila ditambah dehakamenpresty akan ditambah tanda baca ' lalu diikuti dengan edeh, ditulis 'edeh. Dapat pula ditambah 'egeh dan 'ekeh.

Berikut rincian penjelasan:

1). Kabad. 

Kabad'edeh berarti kerbaunya mereka. Mereka punya kerbau. Kabad bisa juga seruan kekesalan, kasihan. Misalnya, kabad ise bo ga, toe olong lompong lakod (Aduh, kasihan ya. Mereka tadi pergi tanpa sarapan terlebih dahulu).

2). Kabah.

Kata kabah merupakan ekspresi penyesalan atas perbuatan seseorang yang tidak benar. Kabah keta wintuk dehau bo ga Nana, co'o tara pande nenggitu? (Kasihan sekali sikapmu, mengapa engkau berbuat demikian?). Jadi, kabah suatu keastagaan, kekeliruan, salah, tidak benar dan omong kosong belaka. Kabah bisa berarti tingkah laku seperti kerbau, semberono. Kabah juga merupakan sebuah perumpamaan atas sebuah tindakan amoral, sembarangan dan asal buat halnya kerbau. Kabah identik dengan tidak benar, semberawut, keonaran, tidak bertanggung jawab, sadis, keji, salah, tidak jujur, tidak lurus, tidak benar dan tidak tepat.

3). Kabak.

Kabak'ekeh menunjukkan kerbau punyaku sendiri. 

4). Kabam.

Kabam bisa berarti kerbau milikmu satu orang saja. Kabam bisa juga seruan keastagaan, seruan keheranan. Contoh kalimat: Kabam hau Nana, patam! (Kasihan engkau saudara, sialan betul!).

5). Kaban.

Kaban berarti kerbau milik dia. Kaban juga berarti seruan penolakan. Contoh kalimat: Kaban hia ta, com kong'eneh!

6). Kabar.

Kabar berarti kerbau kepunyaan mereka. Bila ditambah, 'en menjadi kabar'en berarti kerbau yang banyak itu kepunyaan dia. Bila kabar'em maka kerbau-kerbau itu milik dia diri pertama tunggal.

7). Kabas.

Kabas'eseh berarti kerbau kepunyaan mereka tunggal. Kabas dapat pula berarti perbuatan mereka layaknya kerbau. 

8). Kaba'y.

Kaba'y berarti perbuatan seseorang seperti kerbau, halnya kerbau. Dalam istilah keren orang Manggarai: Kaba lorong irus (kerbau bercocok hidung). Bila, kabah lorong irus berarti dia seseorang seperti kerbau bercocok hidung.

Ditulis oleh:
Melky Pantur***).
Ruteng.
Selasa, 16 April 2019.



15/04/19

Senduduk Jantan

Senduduk dalam bahasa Manggarai disebut ndusuk atau saung ndusuk, terdiri dari beberapa jenis. 

Senduduk atau ndusuk berjenis kelamin, jantan dan betina. Orang Manggarai menyebutnya sebagai ndusuk rona dan ndusuk wina. 

Ndusuk rona hanya satu jenis, sedangkan ndusuk wina terdiri dari berbagai jenis. 

Untuk diketahui, ndusuk artinya senduduk, sedangkan rona artinya jantan, pria, laki-laki. Kemudian, wina artinya betina, perempuan. 

Bila orang Manggarai menyebut ndusuk rona berarti senduduk jantan, jika disebut ndusuk wina berarti senduduk betina.

Senduduk jantan lazimnya digunakan sebagai obat luka dalam termasuk obat luka, sedangkan senduduk betina digunakan untuk haor agu wusak (dicampur dengan daging babi lazimnya bagian lemaknya). Haor (mencampuri, campur) agu (dengan), wusak (lemak daging babi).

Ditulis oleh: 
Melky Pantur***),
Ruteng, 16 April 2019.