08/07/18

Ingat, UU Dapat Dipatahkan!

Ditulis oleh: Melky Pantur***),
Minggu (8/7/2018)
(Sebuah narasi komparatif).

[Penulis]

Yah......! 
Aturan atau Kemanusiaan?

UU No. 22 Tahun 2009 tentang LLAJ.

Pada situasi khusus ada kebutuhan khusus, yah kebutuhan dan aktus khusus pada situasi khusus. Dalam situasi khusus ada subyek khusus, baik pelanggar hukum juga penegak hukum. 

Aturan Lalu Lintas: 

Setiap pengendara sepeda motor wajib memiliki SIM, memakai helm standar, lampu reting, lampu sorot, klakson, surat kendaraan lengkap, tidak memakai knalpot resing, rem lengkap, dan mempunyai kaca spion, usia 17 tahun. SIM dikeluarkan kalau ada KTP/KTP-E. Juga motor memiliki STNK. 

Itu adalah kewajiban sebagai pengendara. Semua persyaratan itu harus dipenuhi oleh warga negara. Ketika dilanggar harus ditegakkan oleh Polantas dan Samsat. 

Pelanggar Hukum dalam Situasi Khusus.

Nah, semua imperatif kategoris (keharusan mutlak) di atas pada situasi khusus (emergency) bahkan tidak dipenuhi. Semua itu dilanggar bahkan dilakukan atau terjadi di depan Polantas dan Samsat yang tengah bertugas melakukan penilangan resmi.

Lalu tiba-tiba......

Sebuah motor meluncur dari arah tertentu masuk di kerumunan Polantas dan Samsat yang tengah menilang secara resmi. Dia melintas. Motor tersebut dibawa oleh seorang anak SMP yang tidak memakai baju, bahkan hanya tidak memakai celana dalam saja tanpa helm lagi. Mereka berbonceng tiga orang. Teman yang di belakang, memakai celana tanpa baju juga tanpa helm. Sedangkan, yang di tengah (seorang gadis cantik belia) memakai baju dan celana tetapi di bagian kepalanya luka besar karena jatuh dari atas motor. Orang yang sekarat itu berada (bonceng) di tengah-tengah. 

Ceritanya.....

Dua orang anak muda yang masih SMP yang membantu tersebut tengah mencuci sebuah sepeda motor di samping jalan raya. Di situ ada air pancuran dari gunung sehingga sekaligus mandi saja. Seseorangnya tengah mandi, bahkan anak itu tengah membilas diri dengan sabun sunlight, yang satunya lagi tengah mencuci motor. 

Sontak, sekitar dari 10-20 meter dari mereka, sebuah sepeda motor masuk di got karena jalan buruk dan tiba-tiba rem tangannya patah lagipula ia kaget ada mobil di depannya. Gadis cantik itu tidak bisa mengendalikan sepeda motornya dan kemudian terperosok ke dalam got yang belum disemen. Kepalanya pun terantuk pada sebuah batu. Gadis itu nyaris tak sadarkan diri. Kepalanya oleng.

Lah.....

Anak muda yang tengah mencuci motor tersebut langsung berteriak dan membantu gadis yang tengah tak sadarkan diri tersebut. Sontak pula, saudaranya yang satu tak memperhatikan lagi dirinya apakah masih memakai celana dalam atau tidak. Persis air pancuran itu agak ke dalam ditutupi semak sehingga masih bisa mandi tanpa busana alias telanjang. Air pancuran itu hanya beberapa kilometer dari kota kabupaten setempat.

Yang tengah mencuci motor belum lancar membawa sepeda motor, sedangkan yang tengah mandi (kakaknya) dan masih telanjang bahkan balapan bisa. Dia langsung mengangkat motor, menstarternya dan menyuruh saudaranya mengangkat gadis cantik itu bawa di sepeda motor. Sepeda motor gadis itu penyot, kedua rem tangan dan kakinya patah sehingga tidak bisa menggunakan mio tersebut. 

Kedua pemuda ganteng yang peduli tersebut menggas sepeda mereka meluncur ke sebuah rumah sakit di kota mereka. Tanpa mereka sadari, mereka telah melanggar aturan lalu lintas. Mereka harus berhadapan dengan Polantas dan Samsat yang tengah beroperasi. 

Apa yang Terjadi? 

Seorang Kasatlantas langsung menghentikan sepeda motor itu dan bertanya kepada kedua anak itu mau ke mana? Kedua anak itu langsung menjawab, mereka hendak ke rumah sakit membawa pasien. Di situ persis ada 5 orang Jurnalis, 2 Jurnalis TV dan 3 Jurnalis Online yang tengah meliput kegiatan operasi penilangan tersebut.

Tak membuang waktu, Kasatlantas pun memerintahkan anggota Polantas yang lain di situ mengawal kedua anak muda itu menuju ke rumah sakit. Ketika sampai di rumah sakit, gadis itu meski bercampur perih, ia terkejut di depannya ada seorang pemuda seusianya tak berbusana (yah, burung pemuda itu dilihatnya). Gadis itu langsung memerintahkan pria itu mengeluarkan bajunya karena ia memakai baju alas dan bra. Disuruhnya oleh gadis itu untuk menutup aurat pria sebayanya itu. 

Gadis itupun diantar oleh Polantas ke ruangan rawat inap sembari mencari keluarganya. 1 jam kemudian, keluarganya langsung meluncur ke rumah sakit. Dua anak pria muda tersebut pun diantar oleh mobil Polantas ke rumah mereka karena takut kedinginan karena tidak memakai baju sementara motor mereka diantar oleh seorang Polantas yang lain ke rumah mereka. Orang tua anak muda itu kaget bercampur takut karena anak mereka diantar Polantas lalu bersama Jurnalis lagi.

Belum sempat tiba di rumah, berita online sudah naik dan beredar luas di medsos. Kedua anak muda yang berani tersebut mendapat pujian dari mana-mana. Judul berita online itu: Seorang pengemudi bertelanjang membantu gadis cantik yang tengah sekarat! 

Judul berita itu menjadi viral sehingga semua keluarga anak gadis itu merapat ke rumah sakit. Bupati pun menjenguk gadis itu bahkan memberikan penghargaan bagi dua pria yang berani tersebut. Sang Bupati kemudian menghadiahkan dua sepeda motor baru dengan surat-surat yang lengkap. Seorang Presiden pun memberi apresiasi bahkan Presiden dari luar negeri. Presiden menghadiahkan sejumlah uang dan mobil, rumah bagi dua pemuda yang berani mengorbankan nyawa demi orang lain bahkan auratnya rela dilihat semua orang. Ia tak perduli!

Tiga hari anak gadis itu dirawat. Ia mengaku tidak merasa sakit sedikitpun saat di rumah sakit. Itu karena saat terjadi 'perjumpaan dan melihat suatu yang sakral baginya' ia senantiasa teringat akan hal itu. Hatinya sangat gembira sekali dan ingin menjumpai pria itu. Sementara, pria muda itu terharu-haru karena masih ada gadis yang memperhatikannya terutama menutup auratnya dalam situasi yang sulit. Siang dan malam ia menghayal akan hal itu.

Menyatakan Cinta.

Betapa tidak, gadis itupun merasa bersalah maka ia memaksa kedua orang tua dan keluarga besarnya untuk menghampiri pemuda itu di rumahnya di di depan orang tuanya dan keluarganya yang lain. 

Gadis itupun menyatakan cinta untuk rela menjadi kekasih pria muda itu (bukan kepada adiknya) dan bahkan serius menjadi kekasih pria itu hingga ke jenjang pernikahan sekalipun. 

Lelaki muda itu tidak bisa mengelak. Memang ia juga merasa malu karena hanya gadis itu yang menjadi gadis pertama yang berhasil melihat auratnya secara terang benderang setelah turun dari motor di depan rumah sakit. Sembari menundukkan kepala, anak muda itupun langsung mengamini tanpa menceloteh buanyakkk. Kedua orang tua mereka pun setuju. Perjumpaan itu disaksikan oleh sejumlah Jurnalis. Berita dinaikkan dan hanya lewat dari 2 jam saja, pujian dan dukungan percintaan mereka datang dari seluruh penjuru dunia. Banyak orang menawarkan bantuan apa saja termasuk para artis nasional dan internasional. 

Kemudian kedua orang tua mereka setuju. Dalam perjalanan waktu, mereka menjadi pacaran resmi. Pada saat itu, mereka masih Kelas III SMP. Si gadis Kelas II SMP. Lama mereka berpacaran, sesuai tamat SMA, gadis itu menawarkan diri untuk menikah. Kedua keluarga besar setuju. Saat mereka menikah, banyak bantuan merapat dari mana-mana. Setelah berkeluarga 4 tahun dan memiliki dua anak, mereka berdua pun memutuskan untuk melanjutkan pendidikan ke S1. 

Rencana mereka diketahui oleh Pemerintah Pusat. Mereka dikuliahkan ke PTN di kampus yang sama. Mereka ber-KB alamiah. Lalu usai S1, anak ketiga lahir. Perempuan itu berhenti sejenak, sementara lelaki tadi melanjutkan studi S2 dan S3. Ia banyak bergerak di bidang sosial. Usai S3, lelaki itu diangkat menjadi Menteri oleh seorang Presiden. 

Isterinya, usai melahirkan anak ke-3, ia melanjutkan pendidikan di S2 dan S3. Setelah usai S3, perempuan yang mengambil ilmu kedokteran itu kemudian diangkat menjadi Menteri Kesehatan. 

Karena mereka dinilai sangat konsisten dalam bertugas, sang suami lalu dilirik Parpol untuk menjadi Presiden. Pria Menteri itupun saat pemilihan 98% orang memilihnya. Ia melawan temannya yang kemudian diangkatnya menjadi Sekretaris Negara. Sementara isterinya dilarangnya menjadi Menteri tetapi membantu tugas-tugas kepresidenannya.

Nasib Kasatlantas.

Teringat akan sang Kasatlantas yang menolongnya dulu bersama berapa Polantas, Presiden itupun mengangkat dirinya menjadi Penasehat Kepresidenan. Polantas lain yang membantunya dulu pun diangkatnya pangkat mereka dan berhak memberikan nasehat apapun terhadap Presiden.

Yah, itulah ceritanya!

Intinya, dalam situasi khusus (darurat) semua aturan bahkan tidak bisa berlaku. Aturan senantiasa berkonteks pada situasi khusus.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar