29/05/17

TEONG TELO.

Ditulis oleh: Melky Pantur, Senin (29/5/2017).

Anda kalau orang Manggarai, Flores, NTT pasti sakit perut membaca tulisan ini. Saya coba menjelaskan tidak cukup detaillah tentang teong telo. Sebelumnya, saya sudah menghidangkan kepada Anda tentang Tengku La'e di Cibal, Manggarai, Flores. Kini topik Teong Telo lebih membuat Anda kian tertawa lepas sembari terkekeh-kekeh bahkan membongkar mungkeman bibir yang senantiasa merapat merona apalagi kalau bibir tipis bergincu.

Teong artinya menggantung atau hang sedangkan telo artinya batang penis sehingga teong telo artinya menggantung penis - to hang a penis. Menggantung penis pasti suatu yang tidak masuk akal bagi Anda karena kok penis digantung?

Teong dapat juga disebut sebagai wadah untuk menyimpan tuak dan nira atau alat timba air tradisional kerap oleh orang Manggarai menyebutnya gogong atau teong bahkan kerap disebut tongka. Lazim disebut gogong tongka. Gogong atau teong kerap di-teong atau digantung. Maklum, gogong berbentuk penis. Maka, teong telo bisa juga disebut penis berbentuk gogong

Sulit untuk dibayangkan kalau penis digantung sebab fungsi sperm distribution as a special channel tidak bisa memproduksi generasi kecuali kalau menggunakan cloning baru bisa terjadi. 

Tentu juga Anda memarahi penulis kok berani menulis kata jorok ini namun ini adalah sebuah kenyataan. Bukan tanpa alasan, saya menulis ini apalagi tiap-tiap nama yang menunjukkan identitas adalah tuturan Ilahi. Amat tidak ada yang luar biasa.

Agar Anda tak penasaran, teong telo adalah nama sebuah batu. Namanya Watu Teong Telo. Watu Teong Telo ini dekat dengan kampung Lolang dan Jaong, Kecamatan Satar Mese Utara, Kabupaten Manggarai, NTT. 

Saya akan menghadirkan tulisan baru kepada Anda dan semua orang agar diketahui publik. Hal itu agar semua yang belum terekspos terungkap.

Korelasi Intimitas.

Bila teong telo adalah sebuah aktivitas, maka dapat dipastikan pria yang putus cinta disebut teong telo karena telo-nya tak berfungsi. Di sini telo-nya tergantung. Manakala, seorang pria yang cerai ataupun duda termasuk orang yang dikerangkeng dapat saja dikatakan tengah teong telo  - menggantung penis. Jika teong telo, maka tidak ada aktivitas persenggamaan sebaliknya adalah bukannya. Nah, orang muda dapat juga disebut pria teong telo. 

Teong telo dapat juga diartikan sebagai penyimpan tuak, nira. Persepsi lain, teong telo adalah penyedia atau penampung sperm.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar